# Laporan Akhir Eksplorasi Data

## 1. Ringkasan Eksekutif

Laporan ini menyajikan analisis eksplorasi terhadap data pesanan pelanggan perusahaan distribusi, bertujuan untuk mengungkap wawasan tersembunyi yang dapat meningkatkan kinerja, penjualan, dan relevansi produk. Data yang dianalisis mencakup 20,645 pesanan berulang (Repeat Order/RO) unik dari 5,062 outlet dan melibatkan 1,439 produk unik, dengan total nilai RO sebesar 55,609,905,301 dan total kuantitas 1,450,205 unit. Periode data yang diamati adalah Juni 2026.

**Gambaran Umum Transaksi dan Kinerja:**
Secara keseluruhan, kinerja pemenuhan pesanan menunjukkan efisiensi yang tinggi, dengan 93.6% RO unik berhasil dilayani secara penuh. Status pemenuhan untuk RO, Surat Pesanan (SP), dan Delivery Order (DO) di tingkat item baris konsisten menunjukkan tingkat 'P' (dilayani) yang tinggi, yaitu 98.7%. Namun, terdapat sedikit perbedaan antara Total Kuantitas RO (1,450,205) dan Total Kuantitas SP/DO (1,436,229), serta antara Nilai PL (55,333,624,909) dan Nilai RO (55,609,905,301). Hal ini mengindikasikan adanya penyesuaian atau pembatalan minor pada tahap pemenuhan setelah RO awal.

**Produk dan Outlet Unggulan:**
Produk-produk seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB", "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK", dan "MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML" adalah pendorong utama penjualan, menyumbang nilai dan kuantitas RO tertinggi. Demikian pula, "TEKNOLOGI MEDIKA PRATAMA, PT" (1,606,912,097) dan "BAHTERA SEHAT SEJAHTERA, PT" (659,882,436) adalah outlet dengan kontribusi nilai RO terbesar, menunjukkan peran krusial mereka sebagai pelanggan kunci.

**Segmentasi dan Kontribusi Bisnis:**
*   **Divisi:** Divisi PHARMANET adalah kontributor terbesar terhadap penjualan, menyumbang 66.4% dari total nilai RO dan 58.3% dari total kuantitas RO. Divisi VIBRANT PBF juga memiliki kontribusi signifikan (25.9% nilai RO, 34.4% kuantitas RO).
*   **Asal Produk (Pharos YN):** Produk yang diproduksi oleh Pharos Group (ditandai 'Y') mendominasi dengan 59.5% dari nilai RO dan 71.6% dari kuantitas RO, menunjukkan kekuatan merek internal.
*   **Partisipasi Online (AO YN):** Meskipun outlet yang tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (ditandai 'N') saat ini masih menyumbang sebagian besar penjualan (68.2% nilai RO, 74.7% kuantitas RO), kontribusi dari outlet online (ditandai 'Y') sebesar 31.8% nilai RO dan 25.3% kuantitas RO menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan dari saluran digital.

**Kinerja Gudang dan Anomali:**
Gudang "PHARMANET SURABAYA" menonjol sebagai gudang berkinerja tinggi dengan nilai RO sebesar 7,362,634,294 dan tingkat pemenuhan 93.9%. Namun, beberapa gudang menunjukkan tingkat pemenuhan RO yang lebih rendah, seperti "PHARMANET MEDAN" (86.9%) dan "PHARMANET TANGERANG" (86.5%). Anomali signifikan ditemukan pada "PHARMANET PUSAT" yang tercatat memiliki 0.0% tingkat pemenuhan karena satu RO senilai 1,031,666 yang dibatalkan, memerlukan investigasi khusus.

**Pola Pembelian dan Peluang Cross-selling:**
Analisis keranjang belanja menunjukkan preferensi pembelian produk yang sering terjadi bersamaan. Pasangan produk yang paling sering dibeli bersama dalam RO yang terlayani penuh meliputi "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dengan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" (frekuensi 1,588, dukungan 7.7%), dan "POLYSILANE SUSPENSI 100 ML" dengan "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" (frekuensi 1,510, dukungan 7.3%). Wawasan ini dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penempatan produk, strategi bundling, dan inisiatif cross-selling.

**Analisis Pembatalan Pesanan:**
Sebanyak 1,324 RO unik tercatat dibatalkan. Gudang "PHARMANET TANGERANG" (13.7%) dan "PHARMANET MEDAN" (11.3%) memiliki jumlah pembatalan RO terbanyak. Divisi PHARMANET menyumbang sebagian besar pembatalan (79.8%). Menariknya, beberapa produk terlaris seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" (327 kali) dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" (310 kali) juga sering muncul dalam RO yang dibatalkan. Hal ini dapat mengindikasikan masalah ketersediaan stok atau manajemen pesanan untuk produk permintaan tinggi. Pembatalan pada outlet non-online (62.1%) lebih tinggi dibandingkan outlet online (37.9%).

**Rekomendasi Utama:**
1.  **Optimasi Rantai Pasok dan Gudang:** Lakukan penyelidikan mendalam terhadap gudang dengan tingkat pemenuhan yang lebih rendah (misalnya, PHARMANET MEDAN dan TANGERANG) serta kasus khusus "PHARMANET PUSAT" untuk mengidentifikasi dan mengatasi akar masalah operasional.
2.  **Pemanfaatan Produk Unggulan:** Kembangkan strategi cross-selling dan bundling berdasarkan pola pembelian produk yang sering dibeli bersama. Perkuat manajemen stok untuk produk terlaris yang juga sering dibatalkan guna mencegah kehilangan penjualan.
3.  **Pengembangan Saluran Online:** Meskipun outlet non-online masih dominan, potensi pertumbuhan dari partisipasi apotek online sangat besar. Pertimbangkan investasi lebih lanjut dalam program Apotek Online dan identifikasi cara untuk meningkatkan konversi dan kinerja penjualan dari saluran ini.
4.  **Manajemen Hubungan Pelanggan Berbasis Segmen:** Manfaatkan segmentasi pelanggan untuk menawarkan layanan dan promosi yang lebih dipersonalisasi. Fokus pada Klaster 2 (14 outlet bernilai tinggi dengan rata-rata nilai RO 495,247,410) untuk menjaga kepuasan dan loyalitas, serta analisis lebih lanjut Klaster 0 (321 outlet dengan tingkat pemenuhan rendah 25.9%) untuk mengidentifikasi penyebab disinsentif.

## 2. Kualitas Data & Pra-pemrosesan

Analisis kualitas data merupakan langkah krusial untuk memastikan keandalan dan akurasi wawasan yang diperoleh. Tahap pra-pemrosesan ini melibatkan serangkaian langkah pembersihan dan transformasi data untuk mengatasi berbagai isu kualitas data yang teridentifikasi dalam dataset `omg_10003_b1_sheet1`.

**1. Penanganan Data Duplikat**
Pemeriksaan awal terhadap data duplikat menunjukkan bahwa tidak ada baris data yang identik secara persis. Oleh karena itu, tidak ada data yang dihapus pada tahap ini, memastikan setiap entri adalah unik pada tingkat baris.

**2. Standardisasi Tipe Data Waktu**
Delapan kolom yang merepresentasikan informasi waktu (`Tgl. Order`, `Tgl. SP`, `Tgl DO`, `Tgl. PL`, `Tgl Logbook`, `Tgl Ekspedisi`, `Tgl Diterima`, dan `Lastupdate`) telah dikonversi ke format tipe data *datetime*. Proses ini penting untuk memungkinkan analisis berbasis waktu yang akurat dan konsisten. Konversi ini berhasil dilakukan tanpa ditemukan entri tanggal yang tidak valid yang perlu dikonversi ke NaT.

**3. Penanganan Nilai Hilang (Missing Values)**
Nilai hilang adalah tantangan umum dalam dataset dan ditangani dengan strategi yang disesuaikan berdasarkan karakteristik kolom:
*   **Kolom Kategorikal:**
    *   `Cmc`: Terdapat 5,468 nilai hilang yang diisi dengan modus ('U3R').
    *   `Divisi`: Terdapat 7 nilai hilang yang diisi dengan modus ('PHARMANET').
    *   `No. DO`: Terdapat 365 nilai hilang yang diisi dengan modus ('B16260601130').
    *   `No. PL`: Terdapat 365 nilai hilang yang diisi dengan modus ('B16260601130').
    *   `Kel. Class`: Terdapat 107 nilai hilang yang diisi dengan modus ('A').
    *   `Nomor Resi`: Terdapat 460 nilai hilang yang diisi dengan modus ('260045834').
    *   `Nama Ekspedisi`: Terdapat 585 nilai hilang yang diisi dengan modus ('Anteraja').
*   **Kolom Teks Khusus:**
    *   `Keterangan`: Terdapat 131,315 nilai hilang yang diisi dengan 'Tidak Ada Keterangan' sesuai konteks bisnis.
    *   `Nama Penerima`: Terdapat 131,315 nilai hilang yang diisi dengan 'Tidak Ada Nama Penerima'.
*   **Kolom Numerik:**
    *   `Value PL`: Terdapat 1,740 nilai hilang yang diisi dengan nilai median (145,203) untuk menjaga distribusi data.
*   **Kolom Waktu (Datetime):**
    *   Kolom `Tgl DO`, `Tgl. PL`, `Tgl Logbook`, `Tgl Ekspedisi`, dan `Tgl Diterima` memiliki sejumlah nilai yang secara inheren tidak dapat ditentukan atau hilang (direpresentasikan sebagai `NaT` setelah konversi). Kolom-kolom ini masing-masing memiliki 365, 365, 585, 460, dan 10,385 nilai `NaT`. Nilai `NaT` ini dibiarkan apa adanya karena merupakan representasi standar untuk nilai waktu yang hilang dan tidak diisi dengan string seperti 'Unknown' untuk menghindari kesalahan tipe data.

**4. Penanganan Format Data Numerik**
Kolom-kolom yang seharusnya bersifat numerik seperti `Qty RO`, `Procod`, `Qty SP`, `Qty DO`, `Value PL`, dan `Value RO` telah diperiksa dan dikonversi ke tipe data numerik. Proses ini memastikan bahwa perhitungan matematis dapat dilakukan dengan benar. Tidak ada entri non-numerik yang terdeteksi dan dikonversi menjadi NaN selama proses ini, menunjukkan bahwa data numerik sudah cukup bersih dari format yang tidak biasa.

Langkah-langkah pra-pemrosesan ini telah secara signifikan meningkatkan kualitas data, menjadikannya siap untuk analisis lebih lanjut dan penarikan wawasan yang lebih andal.

## 3. Tinjauan Umum Data

Dataset yang dianalisis ini mencakup detail pesanan pelanggan perusahaan distribusi, dengan fokus pada transaksi *Repeat Order* (RO) dan tahapan pemenuhannya. Data ini penting untuk memahami dinamika operasional, mengidentifikasi pendorong penjualan, serta area-area yang memerlukan perbaikan.

### Gambaran Umum dan Skala Data

Dataset berisi catatan transaksi yang melibatkan berbagai entitas kunci. Analisis awal mengungkapkan skala dan kompleksitas data sebagai berikut:

*   **Total Baris Data:** Setelah pra-pemrosesan, dataset mengandung 131,315 baris data unik.
*   **Outlet Unik (KodePI):** Terdapat 5,062 outlet pelanggan yang berbeda.
*   **Produk Unik (Procod):** Sebanyak 1,439 produk unik telah dicatat dalam pesanan.
*   **Repeat Order Unik (No. RO):** Dataset mencatat 20,645 transaksi *Repeat Order* yang unik.
*   **Surat Pesanan Unik (No. SP):** Terdapat 23,615 *Surat Pesanan* yang unik.
*   **Delivery Order Unik (No. DO):** Sejumlah 23,489 *Delivery Order* yang unik.
*   **Gudang Asal Unik (Asal Gudang):** Operasi distribusi melibatkan 21 gudang yang berbeda.
*   **Divisi Penjualan Unik (Divisi):** Data mencakup transaksi dari 4 divisi penjualan.

Secara keseluruhan, **Total Nilai RO** tercatat sebesar **55,609,905,301** dan **Total Kuantitas RO** adalah **1,450,205** unit. Periode data yang tersedia adalah **Juni 2026**.

### Efisiensi Proses Pemenuhan Pesanan

Tingkat efisiensi dalam pemrosesan pesanan, mulai dari *Repeat Order* (RO) hingga *Delivery Order* (DO), dapat diamati dari status transaksi dan kuantitas yang tercatat:

*   **Status Pemenuhan RO:** Mayoritas *Repeat Order* dilayani secara penuh, dengan **98.7%** berstatus 'TERLAYANI PENUH'. Hanya **1.3%** RO yang dibatalkan.
*   **Status Surat Pesanan (SP) dan Delivery Order (DO):** Konsisten dengan status RO, baik *Sts SP Header*, *Sts SP Detail*, maupun *Status DO* menunjukkan **98.7%** berstatus 'P' (dilayani) dan **1.3%** berstatus 'C' (batal).

Meskipun tingkat pemenuhan tinggi, terdapat sedikit perbedaan antara kuantitas dan nilai di setiap tahapan:
*   **Total Kuantitas RO:** 1,450,205 unit.
*   **Total Kuantitas SP:** 1,436,229 unit.
*   **Total Kuantitas DO:** 1,436,229 unit.

Perbedaan kuantitas antara RO dengan SP/DO menunjukkan adanya penyesuaian atau pembatalan item pada tingkat *Surat Pesanan* atau *Delivery Order* setelah *Repeat Order* awal dibuat.

*   **Perbandingan Nilai PL dan RO:**
    *   Total Nilai PL: 55,333,624,909
    *   Total Nilai RO: 55,609,905,301
    Perbedaan ini juga mengindikasikan bahwa *nilai lampiran (Value PL)* cenderung sedikit lebih rendah dari *nilai pesanan awal (Value RO)*, kemungkinan karena pembatalan atau perubahan kuantitas.

Secara spesifik, dari **20,645 RO unik**, sebanyak **19,321 RO unik (93.6%)** berhasil dilayani secara penuh.

### Kontributor Utama Penjualan

Analisis terhadap produk dan outlet menunjukkan konsentrasi penjualan pada beberapa entitas kunci.

#### Top 10 Produk Berdasarkan Nilai RO

| Procod | Prodes                          | Total Value RO    | Total Quantity RO |
|:-------|:--------------------------------|:------------------|:------------------|
| 200850 | POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB   | 4,038,741,140     | 110,380           |
| 201478 | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK    | 3,354,936,937     | 149,143           |
| 201630 | MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML  | 3,321,664,117     | 175,365           |
| 202144 | MICROLAX 3 X 5 ML               | 2,692,334,063     | 52,995            |
| 201784 | POLYSILANE SUSPENSI 100 ML      | 1,936,956,554     | 94,808            |
| 110492 | PRORIS FORTE 200MG SUSP 50ML    | 1,640,458,155     | 61,213            |
| 104115 | CATAFLAM 50MG TAB 50'S          | 1,446,660,391     | 4,359             |
| 103842 | MEFINAL 500MG CAP 100'S         | 1,140,834,053     | 6,680             |
| 102056 | NEBACETIN POWDER 5GR            | 1,018,609,407     | 52,669            |
| 304507 | ALBUSMIN 3 BLISTER @ 10 KAPSUL  | 953,507,313       | 6,117             |

Produk-produk di atas adalah pendorong utama pendapatan perusahaan. Penjualan tertinggi didominasi oleh "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK".

#### Top 10 Outlet Berdasarkan Nilai RO

| KodePI   | Nama Outlet               | Total Value RO    | Total Quantity RO |
|:---------|:--------------------------|:------------------|:------------------|
| FF001204 | TEKNOLOGI MEDIKA PRATAMA, PT | 1,606,912,097     | 49,929            |
| F1004325 | BAHTERA SEHAT SEJAHTERA, PT | 659,882,436       | 24,533            |
| F4002268 | CARMELLA GUSTAVINDO, PT   | 624,706,276       | 21,578            |
| F1003085 | EVA  SURYA  PRATAMA  PT   | 597,144,492       | 20,746            |
| A1007302 | SEMPURNA MITRA PERKASA, PT | 524,622,659       | 18,967            |
| G1004201 | LESTARI JAYA SEJAHTERA, PT | 373,611,824       | 11,802            |
| H1004404 | PODO MEKAR JAYA SENTOSA, PT. | 368,541,248       | 14,230            |
| H1006153 | IKON SURABAYA FARMAMART, PT | 359,560,284       | 13,738            |
| D1003699 | BIMA SAKTI MEDICA, PT     | 333,473,893       | 10,637            |
| G1004186 | INTI TERAFARMA INDONESIA, PT | 332,749,536       | 12,349            |

"TEKNOLOGI MEDIKA PRATAMA, PT" adalah outlet dengan kontribusi nilai RO terbesar, menunjukkan statusnya sebagai pelanggan kunci yang signifikan.

### Analisis Kinerja Berdasarkan Segmen

#### Kinerja Penjualan berdasarkan Divisi

| Divisi      | Total Value RO | Percentage Value RO (%) | Total Quantity RO | Percentage Qty RO (%) |
|:------------|---------------:|------------------------:|------------------:|----------------------:|
| PHARMANET   | 36,940,026,765 | 66.4                    | 845,693           | 58.3                  |
| VIBRANT PBF | 14,399,713,539 | 25.9                    | 498,593           | 34.4                  |
| HOSPINET    | 4,180,468,736  | 7.5                     | 103,417           | 7.1                   |
| VIBRANT 3   | 89,696,261     | 0.2                     | 2,502             | 0.2                   |

Divisi PHARMANET merupakan kontributor penjualan terbesar, mendominasi baik dari segi nilai maupun kuantitas RO.

#### Kinerja Penjualan berdasarkan Produk Pharos YN

| Pharos YN   | Total Value RO | Percentage Value RO (%) | Total Quantity RO | Percentage Qty RO (%) |
|:------------|---------------:|------------------------:|------------------:|----------------------:|
| Y           | 33,085,676,228 | 59.5                    | 1,037,869         | 71.6                  |
| N           | 22,524,229,073 | 40.5                    | 412,336           | 28.4                  |

Produk yang diproduksi oleh Pharos Group (Pharos YN = 'Y') menyumbang bagian terbesar dari total nilai dan kuantitas RO, menunjukkan dominasi produk internal dalam penjualan.

#### Kinerja Penjualan berdasarkan Partisipasi Apotek Online (AO YN)

| AO YN   | Total Value RO | Percentage Value RO (%) | Total Quantity RO | Percentage Qty RO (%) |
|:--------|---------------:|------------------------:|------------------:|----------------------:|
| N       | 37,903,077,146 | 68.2                    | 1,083,615         | 74.7                  |
| Y       | 17,706,828,155 | 31.8                    | 366,590           | 25.3                  |

Outlet yang tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN = 'N') saat ini masih menyumbang mayoritas penjualan, namun kontribusi dari outlet yang berpartisipasi ('Y') cukup signifikan.

### Performa Gudang dan Tingkat Pemenuhan

Analisis performa gudang memberikan gambaran tentang efisiensi operasional di berbagai lokasi:

| Asal Gudang           | Total Value RO | Total Quantity RO | Total Unique ROs | Fully Served ROs | Fulfillment Rate |
|:----------------------|:---------------|:------------------|:-----------------|:-----------------|:-----------------|
| PHARMANET SURABAYA    | 7,362,634,294  | 211,711           | 2,304            | 2,164            | 93.9%            |
| PHARMANET MEDAN       | 5,157,286,118  | 140,738           | 1,141            | 991              | 86.9%            |
| PHARMANET BEKASI      | 4,590,858,631  | 105,207           | 1,876            | 1,781            | 94.9%            |
| PHARMANET TANGERANG   | 4,016,092,140  | 87,062            | 1,344            | 1,163            | 86.5%            |
| PHARMANET BOGOR       | 3,829,336,430  | 105,453           | 1,131            | 1,047            | 92.6%            |
| PHARMANET BANDUNG     | 3,430,441,171  | 97,338            | 1,480            | 1,451            | 98.0%            |
| PHARMANET SEMARANG    | 2,859,030,789  | 85,257            | 1,541            | 1,436            | 93.2%            |
| PHARMANET MAKASSAR    | 2,797,156,154  | 74,340            | 981              | 911              | 92.9%            |
| PHARMANET JAKTIM      | 2,787,885,724  | 64,852            | 777              | 694              | 89.3%            |
| PHAROS SOLO           | 2,595,479,793  | 72,487            | 1,389            | 1,342            | 96.6%            |
| PHARMANET PALEMBANG   | 2,511,826,344  | 56,584            | 1,266            | 1,248            | 98.6%            |
| PHARMANET JAKBAR      | 2,435,567,117  | 52,628            | 783              | 748              | 95.5%            |
| PHARMANET PONTIANAK   | 1,894,603,461  | 44,468            | 541              | 517              | 95.6%            |
| PHARMANET PEKANBARU   | 1,878,284,946  | 54,402            | 885              | 814              | 92.0%            |
| PHARMANET BANJARMASIN | 1,814,529,105  | 43,481            | 589              | 523              | 88.8%            |
| PHARMANET MALANG      | 1,763,766,521  | 57,372            | 592              | 578              | 97.6%            |
| PHARMANET JAMBI       | 1,040,272,849  | 25,443            | 518              | 498              | 96.1%            |
| PHARMANET LAMPUNG     | 1,032,909,735  | 29,158            | 540              | 519              | 96.1%            |
| PHARMANET SAMARINDA   | 994,051,098    | 25,503            | 485              | 430              | 88.7%            |
| PHARMANET JAKSEL      | 816,861,215    | 16,668            | 481              | 466              | 96.9%            |
| PHARMANET PUSAT       | 1,031,666      | 53                | 1                | 0                | 0.0%             |

"PHARMANET SURABAYA" adalah gudang dengan kontribusi nilai RO tertinggi, sementara "PHARMANET PALEMBANG" dan "PHARMANET BANDUNG" menunjukkan tingkat pemenuhan RO tertinggi. "PHARMANET PUSAT" menunjukkan anomali dengan tingkat pemenuhan 0.0%, karena satu RO senilai 1,031,666 dibatalkan. Gudang seperti "PHARMANET MEDAN" dan "PHARMANET TANGERANG" memiliki tingkat pemenuhan yang relatif lebih rendah dan akan memerlukan perhatian lebih lanjut.

### Pola Pembelian Produk (Market Basket Analysis)

Analisis keranjang belanja mengungkapkan produk-produk yang sering dibeli bersama dalam RO yang terlayani penuh, memberikan wawasan untuk strategi *cross-selling* dan penempatan produk:

#### Top 10 Pasangan Produk yang Sering Dibeli Bersama

| Product A                      | Product B                     | Frequency | Support  |
|:-------------------------------|:------------------------------|----------:|:---------|
| POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB  | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK  | 1,588     | 7.7%     |
| POLYSILANE SUSPENSI 100 ML     | POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB | 1,510     | 7.3%     |
| PRORIS FORTE 200MG SUSP 50ML   | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK  | 1,385     | 6.7%     |
| POLYSILANE SUSPENSI 100 ML     | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK  | 1,164     | 5.7%     |
| MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML | POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB | 1,136     | 5.5%     |
| MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK  | 1,117     | 5.4%     |
| POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB  | PRORIS FORTE 200MG SUSP 50ML  | 1,006     | 4.9%     |
| SANMOL PARACETAMOL DROPS 15ML  | SANMOL PARACETAMOL SIROP 60ML | 889       | 4.3%     |
| MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML | POLYSILANE SUSPENSI 100 ML    | 871       | 4.2%     |
| MICROLAX 3 X 5 ML              | POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB | 803       | 3.9%     |

Pasangan "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" adalah yang paling sering dibeli bersama. Produk-produk dari lini yang sama (misalnya, Polysilane atau Proris) juga sering muncul dalam kombinasi.

### Identifikasi Pembatalan Pesanan (RO)

Analisis terhadap *Repeat Order* yang dibatalkan (total 1,324 RO unik) menunjukkan beberapa pola penting:

#### RO yang Dibatalkan berdasarkan Asal Gudang

| Asal Gudang           | Number of Cancelled ROs   | Percentage (%)   |
|:----------------------|:--------------------------|:-----------------|
| PHARMANET TANGERANG   | 181                       | 13.7             |
| PHARMANET MEDAN       | 150                       | 11.3             |
| PHARMANET SURABAYA    | 140                       | 10.6             |
| PHARMANET SEMARANG    | 105                       | 7.9              |
| PHARMANET BEKASI      | 95                        | 7.2              |
| PHARMANET BOGOR       | 84                        | 6.3              |
| PHARMANET JAKTIM      | 83                        | 6.3              |
| PHARMANET PEKANBARU   | 71                        | 5.4              |
| PHARMANET MAKASSAR    | 70                        | 5.3              |
| PHARMANET BANJARMASIN | 66                        | 5.0              |
| PHARMANET SAMARINDA   | 55                        | 4.2              |
| PHARMANET SOLO        | 47                        | 3.6              |
| PHARMANET JAKBAR      | 35                        | 2.6              |
| PHARMANET BANDUNG     | 29                        | 2.2              |
| PHARMANET PONTIANAK   | 24                        | 1.8              |
| PHARMANET LAMPUNG     | 21                        | 1.6              |
| PHARMANET JAMBI       | 20                        | 1.5              |
| PHARMANET PALEMBANG   | 18                        | 1.4              |
| PHARMANET JAKSEL      | 15                        | 1.1              |
| PHARMANET MALANG      | 14                        | 1.1              |
| PHARMANET PUSAT       | 1                         | 0.1              |

Gudang "PHARMANET TANGERANG" dan "PHARMANET MEDAN" memiliki jumlah RO yang dibatalkan paling tinggi. Hal ini sejalan dengan tingkat pemenuhan mereka yang lebih rendah.

#### RO yang Dibatalkan berdasarkan Divisi

| Divisi      | Number of Cancelled ROs   | Percentage (%)   |
|:------------|:--------------------------|:-----------------|
| PHARMANET   | 1,057                     | 79.8             |
| HOSPINET    | 240                       | 18.1             |
| VIBRANT PBF | 26                        | 2.0              |
| VIBRANT 3   | 1                         | 0.1              |

Divisi PHARMANET menyumbang proporsi terbesar dari RO yang dibatalkan, mengindikasikan bahwa sebagian besar pembatalan terjadi pada produk atau pelanggan yang dilayani oleh divisi ini.

#### Top 10 Produk dalam RO yang Dibatalkan

| Prodes                         | Number of Times in Cancelled ROs   |
|:-------------------------------|:-----------------------------------|
| POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB  | 327                                |
| PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK   | 310                                |
| POLYSILANE SUSPENSI 100 ML     | 234                                |
| PRORIS FORTE 200MG SUSP 50ML   | 216                                |
| MEFINAL 500MG CAP 100'S        | 211                                |
| ACLONAC 50MG FC TAB 30'S       | 196                                |
| CATAFLAM 50MG TAB 50'S         | 186                                |
| MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML | 183                                |
| MICROLAX 3 X 5 ML              | 180                                |
| SANMOL PARACETAMOL SIROP 60ML  | 179                                |

Menariknya, beberapa produk yang masuk dalam daftar terlaris ("POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB", "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK") juga sering muncul dalam RO yang dibatalkan. Hal ini mungkin menunjukkan masalah ketersediaan stok atau manajemen pesanan untuk produk-produk dengan permintaan tinggi.

#### RO yang Dibatalkan berdasarkan Partisipasi Apotek Online (AO YN)

| AO YN   | Number of Cancelled ROs   | Percentage (%)   |
|:--------|:--------------------------|:-----------------|
| N       | 822                       | 62.1             |
| Y       | 502                       | 37.9             |

Pembatalan RO lebih sering terjadi pada outlet yang tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN = 'N').

### Ringkasan Bulan Juni 2026

Seluruh data transaksi dalam laporan ini berasal dari satu bulan, yaitu **Juni 2026**. Ini berarti semua total dan rata-rata yang disajikan mencerminkan kinerja selama bulan tersebut.

| Month       | Total Value RO    | Total Quantity RO |
|:------------|:------------------|:------------------|
| 2026-06     | 55,609,905,301    | 1,450,205         |

### Rekomendasi Awal

Berdasarkan tinjauan umum data ini, beberapa rekomendasi awal dapat diajukan:
1.  **Investigasi Anomali Gudang:** Segera selidiki penyebab tingkat pemenuhan 0.0% di "PHARMANET PUSAT" serta tingkat pemenuhan yang lebih rendah di "PHARMANET MEDAN" (86.9%) dan "PHARMANET TANGERANG" (86.5%). Ini bisa mengindikasikan masalah operasional, logistik, atau manajemen stok.
2.  **Manajemen Stok Produk Kunci:** Perhatikan produk terlaris seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" yang juga sering muncul dalam pesanan yang dibatalkan. Ini bisa mengindikasikan bahwa produk tersebut mengalami kendala ketersediaan stok atau kapasitas pemenuhan yang tidak memadai untuk memenuhi permintaan tinggi.
3.  **Optimalisasi Strategi Penjualan Divisi PHARMANET:** Mengingat dominasi Divisi PHARMANET dalam kontribusi penjualan dan jumlah pembatalan, analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan strategi penjualan dan pemenuhan di divisi ini.
4.  **Peluang Cross-selling:** Manfaatkan pasangan produk yang sering dibeli bersama untuk mengembangkan strategi *cross-selling* atau *bundling* produk, terutama untuk "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dengan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK".

## 4. Analisis Performa Penjualan

Berikut adalah analisis mendalam mengenai performa penjualan berdasarkan data yang tersedia, dengan fokus pada pendorong utama, efisiensi operasional, dan peluang peningkatan.

### Ikhtisar Kinerja Penjualan Keseluruhan

Pada periode Juni 2026, perusahaan mencatat `Total Value RO` sebesar 55,609,905,301 dan `Total Quantity RO` sebanyak 1,450,205 unit. Sebagaimana dijelaskan dalam Bab 3, tingkat pemenuhan *Repeat Order* (RO) secara keseluruhan sangat tinggi, dengan 93.6% RO unik berhasil dilayani secara penuh. Meskipun demikian, terdapat sedikit perbedaan antara kuantitas dan nilai antara tahap RO, Surat Pesanan (SP), dan *Delivery Order* (DO) serta *Packing List* (PL). Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian minor dalam proses pemenuhan yang, meskipun kecil, dapat menjadi area untuk efisiensi lebih lanjut.

### Pendorong Penjualan Utama: Produk dan Outlet Berkinerja Tinggi

Identifikasi produk dan outlet teratas memberikan gambaran jelas tentang kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan.

*   **Produk Unggulan:** Dari data "Top 10 Products by Value RO" yang disajikan di Bab 3, produk seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dengan nilai RO 4,038,741,140 dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" dengan nilai RO 3,354,936,937, secara signifikan mendominasi penjualan. Produk-produk ini, yang sebagian besar terkait dengan kategori kesehatan umum seperti pencernaan dan pereda nyeri, merupakan tulang punggung pendapatan perusahaan. Konsentrasi penjualan pada beberapa produk inti ini mengindikasikan pentingnya strategi stok yang kuat dan pemasaran berkelanjutan untuk item-item tersebut.

*   **Outlet Kunci:** "TEKNOLOGI MEDIKA PRATAMA, PT" menonjol sebagai outlet dengan kontribusi nilai RO tertinggi sebesar 1,606,912,097, diikuti oleh "BAHTERA SEHAT SEJAHTERA, PT" (659,882,436) berdasarkan data "Top 10 Outlets by Value RO" di Bab 3. Outlet-outlet ini merupakan mitra strategis yang memerlukan pendekatan manajemen akun kunci (KAM) untuk menjaga loyalitas dan memaksimalkan potensi penjualan.

### Analisis Kinerja Berdasarkan Segmentasi Bisnis

Performa penjualan bervariasi antar segmen bisnis, memberikan wawasan tentang kekuatan dan potensi area pertumbuhan.

*   **Kontribusi Divisi Penjualan:** Divisi PHARMANET adalah pendorong utama penjualan, menyumbang 66.4% dari `Total Value RO` dan 58.3% dari `Total Quantity RO`, seperti yang terlihat pada data "Sales Performance by Divisi" di Bab 3. Dominasi ini menunjukkan bahwa PHARMANET adalah mesin penjualan utama perusahaan, dan praktik terbaik dari divisi ini dapat direplikasi. Divisi VIBRANT PBF juga memberikan kontribusi signifikan dengan 25.9% nilai RO dan 34.4% kuantitas RO.

*   **Dampak Produk Pharos Group:** Produk-produk yang diproduksi oleh Pharos Group (ditandai `Pharos YN = 'Y'`) menunjukkan kinerja yang sangat kuat, menyumbang 59.5% dari `Total Value RO` dan 71.6% dari `Total Quantity RO` (referensi data "Sales Performance by Pharos YN" di Bab 3). Ini menegaskan kekuatan merek internal dan pentingnya produk-produk Pharos dalam portofolio penjualan.

*   **Peran Saluran Apotek Online (AO YN):** Meskipun outlet yang tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN = 'N') masih menyumbang mayoritas penjualan (68.2% `Total Value RO` dan 74.7% `Total Quantity RO`), kontribusi yang signifikan dari outlet online (AO YN = 'Y') sebesar 31.8% `Total Value RO` dan 25.3% `Total Quantity RO` menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat dari kanal digital. Peningkatan investasi dan strategi khusus untuk program Apotek Online dapat lebih memanfaatkan tren pasar ini.

### Wawasan Pelanggan Melalui Segmentasi K-Means

Segmentasi pelanggan yang dilakukan sebelumnya (dijelaskan di Bab 3) memberikan pandangan yang lebih terperinci mengenai perilaku pembelian dan pengalaman pemenuhan pesanan.

*   **Klaster 2 - Pelanggan Bernilai Tinggi:** Klaster ini terdiri dari 14 outlet yang menunjukkan nilai rata-rata `Total Value RO` sangat tinggi (495,247,410). Outlet-outlet ini adalah pelanggan paling berharga dan memerlukan pendekatan strategis, mungkin melalui program loyalitas eksklusif atau penawaran khusus, untuk memastikan retensi dan mendorong peningkatan pembelian.

*   **Klaster 3 - Pelanggan Frekuensi Tinggi:** Dengan 697 outlet, klaster ini memiliki rata-rata 12 `Unique Orders` dan `Total Value RO` rata-rata 33,514,060. Segmen ini menunjukkan pola pembelian yang konsisten, meskipun dengan nilai transaksi per outlet tidak setinggi Klaster 2. Mempertahankan frekuensi pembelian klaster ini melalui komunikasi teratur dan penawaran relevan sangat penting.

*   **Klaster 0 - Pelanggan Berisiko Tinggi:** Klaster ini mencakup 321 outlet dengan tingkat pemenuhan pesanan rata-rata yang sangat rendah, hanya 25.93%. Tingkat pemenuhan yang rendah ini mengindikasikan masalah serius yang dapat menyebabkan kehilangan penjualan dan *churn* pelanggan. Identifikasi akar masalah pada klaster ini – apakah terkait dengan ketersediaan produk, logistik, atau layanan pelanggan – harus menjadi prioritas untuk menyelamatkan potensi penjualan.

### Efisiensi Gudang dan Dampaknya pada Pemenuhan Penjualan

Kinerja gudang memiliki korelasi langsung dengan tingkat pemenuhan pesanan dan pada akhirnya, penjualan.

*   **Performa Gudang Variatif:** Sebagaimana detail di Bab 3, gudang seperti PHARMANET PALEMBANG dan PHARMANET BANDUNG menunjukkan tingkat pemenuhan RO yang sangat tinggi (masing-masing 98.58% dan 98.04%). Sebaliknya, beberapa gudang memiliki tingkat pemenuhan yang relatif lebih rendah, seperti PHARMANET MEDAN (86.85%), PHARMANET TANGERANG (86.53%), PHARMANET BANJARMASIN (88.79%), PHARMANET SAMARINDA (88.66%), dan PHARMANET JAKTIM (89.32%). Tingkat pemenuhan yang lebih rendah ini dapat mengakibatkan hilangnya penjualan dan kepuasan pelanggan yang menurun.

*   **Anomali PHARMANET PUSAT:** Kasus PHARMANET PUSAT dengan tingkat pemenuhan 0.0% dan satu RO senilai 1,031,666 yang dibatalkan merupakan anomali kritis yang langsung berkontribusi pada kehilangan penjualan. Investigasi mendalam diperlukan untuk memahami mengapa pesanan ini dibatalkan secara penuh, dan bagaimana hal serupa dapat dicegah di masa mendatang.

### Peluang Peningkatan Penjualan Melalui Market Basket Analysis

Analisis keranjang belanja (yang detailnya ada di Bab 3) mengungkapkan pasangan produk yang sering dibeli bersama, menyediakan peluang yang jelas untuk meningkatkan nilai transaksi.

*   **Pola Pembelian Berulang:** Pasangan produk teratas seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dengan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" (dengan frekuensi 1,588 dan dukungan 7.7%) menunjukkan preferensi pembelian yang kuat. Pengetahuan ini dapat digunakan untuk strategi *cross-selling* dan *bundling* produk yang efektif.

*   **Rekomendasi Aksi:** Dengan menempatkan produk-produk terkait ini secara strategis (misalnya, dalam promosi, katalog, atau saran penjualan), perusahaan dapat mendorong pembelian tambahan dan meningkatkan nilai rata-rata pesanan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada total penjualan.

### Analisis Pembatalan RO: Mengidentifikasi Potensi Penjualan yang Hilang

Pembatalan RO merupakan indikator langsung dari penjualan yang hilang dan masalah operasional yang perlu diatasi. Sebanyak 1,324 RO unik dibatalkan, yang merupakan volume yang signifikan.

*   **Gudang dengan Tingkat Pembatalan Tinggi:** Sejalan dengan tingkat pemenuhan yang lebih rendah, gudang PHARMANET TANGERANG (181 RO dibatalkan) dan PHARMANET MEDAN (150 RO dibatalkan) juga mencatat jumlah pembatalan RO tertinggi (referensi data "Cancelled ROs by Asal Gudang" di Bab 3). Ini menggarisbawahi urgensi untuk meningkatkan efisiensi operasional di gudang-gudang ini guna mengurangi potensi kehilangan penjualan.

*   **Kontribusi Divisi PHARMANET terhadap Pembatalan:** Meskipun menjadi divisi dengan kontribusi penjualan terbesar, PHARMANET juga menyumbang proporsi pembatalan RO tertinggi (1,057 RO dibatalkan dari 1,324 total pembatalan, berdasarkan data "Cancelled ROs by Divisi" di Bab 3). Ini menunjukkan bahwa tingginya volume transaksi di divisi ini juga disertai dengan tantangan dalam pemenuhan atau manajemen pesanan yang menyebabkan pembatalan.

*   **Produk Terlaris yang Sering Dibatalkan:** Salah satu temuan paling kritis adalah tumpang tindih antara produk terlaris dan produk yang paling sering dibatalkan. Produk seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" (327 kali dibatalkan) dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" (310 kali dibatalkan) berada di daftar teratas produk yang dibatalkan (referensi "Top 10 Products (Prodes) in Cancelled ROs" di Bab 3). Situasi ini secara langsung mengindikasikan masalah ketersediaan stok, kapasitas pemenuhan, atau masalah logistik untuk produk-produk dengan permintaan tinggi. Mengatasi akar masalah ini dapat secara langsung mengembalikan penjualan yang hilang dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

*   **Dampak AO YN pada Pembatalan:** Outlet yang tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN = 'N') memiliki jumlah pembatalan RO yang lebih tinggi (822) dibandingkan outlet yang berpartisipasi ('Y') (502), berdasarkan data "Cancelled ROs by AO YN" di Bab 3. Ini mungkin menunjukkan perbedaan dalam proses pemesanan, visibilitas stok, atau komunikasi yang dapat mempengaruhi tingkat pembatalan di antara kedua saluran ini.

## 5. Analisis Operasional & Rantai Pasok

Analisis operasional dan rantai pasok merupakan elemen krusial dalam memahami efisiensi internal perusahaan dan kemampuannya dalam memenuhi permintaan pelanggan. Bab ini akan mengulas performa dari berbagai tahapan proses pemenuhan pesanan, kinerja gudang, dan faktor-faktor yang berkontribusi pada pembatalan pesanan, dengan tujuan mengidentifikasi area untuk peningkatan efisiensi dan kepuasan pelanggan.

### Efisiensi Pemenuhan Pesanan Keseluruhan

Perjalanan sebuah pesanan, dari *Repeat Order* (RO) hingga *Delivery Order* (DO) dan *Packing List* (PL), melibatkan beberapa tahapan kritis yang harus berjalan mulus. Secara keseluruhan, perusahaan menunjukkan tingkat keberhasilan pemenuhan yang tinggi. Sebanyak 93.59% dari RO unik berhasil dilayani secara penuh, yang menunjukkan sebagian besar pesanan diselesaikan tanpa kekurangan.

Namun, terdapat sedikit perbedaan antara kuantitas dan nilai pada setiap tahapan proses:
*   **Total Kuantitas RO:** 1,450,205 unit.
*   **Total Kuantitas SP/DO:** 1,436,229 unit.
*   **Total Nilai RO:** 55,609,905,301.
*   **Total Nilai PL:** 55,333,624,909.

Selisih antara kuantitas RO dengan SP/DO (sekitar 14 ribu unit) serta nilai RO dengan PL (sekitar 276 juta) mengindikasikan adanya penyesuaian, pembatalan sebagian item, atau perubahan lain yang terjadi setelah RO awal dibuat dan sebelum pesanan diteruskan ke Surat Pesanan (SP) atau *Packing List* (PL). Meskipun angka ini relatif kecil dibandingkan total volume, ini menunjukkan adanya dinamika dalam rantai pasok yang mungkin memerlukan investigasi lebih lanjut untuk optimalisasi. Status pemrosesan pada tingkat item baris juga menunjukkan efisiensi yang tinggi, dengan 98.67% item berstatus 'P' (dilayani) untuk RO, SP Header, SP Detail, dan DO.

### Kinerja Gudang (Asal Gudang)

Performa gudang memiliki dampak langsung terhadap kecepatan dan akurasi pemenuhan pesanan. Analisis perbandingan kinerja gudang mengungkapkan variasi signifikan dalam kontribusi penjualan dan tingkat pemenuhan:

| Asal Gudang           | Total Value RO | Total Quantity RO | Total Unique ROs | Fully Served ROs | Fulfillment Rate |
|:----------------------|---------------:|------------------:|-----------------:|-----------------:|:-----------------|
| PHARMANET SURABAYA    | 7,362,634,294  | 211,711           | 2,304            | 2,164            | 93.9%            |
| PHARMANET MEDAN       | 5,157,286,118  | 140,738           | 1,141            | 991              | 86.9%            |
| PHARMANET BEKASI      | 4,590,858,631  | 105,207           | 1,876            | 1,781            | 94.9%            |
| PHARMANET TANGERANG   | 4,016,092,140  | 87,062            | 1,344            | 1,163            | 86.5%            |
| PHARMANET BOGOR       | 3,829,336,430  | 105,453           | 1,131            | 1,047            | 92.6%            |
| PHARMANET BANDUNG     | 3,430,441,171  | 97,338            | 1,480            | 1,451            | 98.0%            |
| PHARMANET SEMARANG    | 2,859,030,789  | 85,257            | 1,541            | 1,436            | 93.2%            |
| PHARMANET MAKASSAR    | 2,797,156,154  | 74,340            | 981              | 911              | 92.9%            |
| PHARMANET JAKTIM      | 2,787,885,724  | 64,852            | 777              | 694              | 89.3%            |
| PHARMANET SOLO        | 2,595,479,793  | 72,487            | 1,389            | 1,342            | 96.6%            |
| PHARMANET PALEMBANG   | 2,511,826,344  | 56,584            | 1,266            | 1,248            | 98.6%            |
| PHARMANET JAKBAR      | 2,435,567,117  | 52,628            | 783              | 748              | 95.5%            |
| PHARMANET PONTIANAK   | 1,894,603,461  | 44,468            | 541              | 517              | 95.6%            |
| PHARMANET PEKANBARU   | 1,878,284,946  | 54,402            | 885              | 814              | 92.0%            |
| PHARMANET BANJARMASIN | 1,814,529,105  | 43,481            | 589              | 523              | 88.8%            |
| PHARMANET MALANG      | 1,763,766,521  | 57,372            | 592              | 578              | 97.6%            |
| PHARMANET JAMBI       | 1,040,272,849  | 25,443            | 518              | 498              | 96.1%            |
| PHARMANET LAMPUNG     | 1,032,909,735  | 29,158            | 540              | 519              | 96.1%            |
| PHARMANET SAMARINDA   | 994,051,098    | 25,503            | 485              | 430              | 88.7%            |
| PHARMANET JAKSEL      | 816,861,215    | 16,668            | 481              | 466              | 96.9%            |
| PHARMANET PUSAT       | 1,031,666      | 53                | 1                | 0                | 0.0%             |

**Gudang Berkinerja Tinggi:** PHARMANET PALEMBANG dan PHARMANET BANDUNG menunjukkan tingkat pemenuhan RO yang luar biasa, masing-masing sebesar 98.6% dan 98.0%. Ini mengindikasikan operasi yang sangat efisien dalam memproses dan mengirimkan pesanan. PHARMANET SURABAYA juga menonjol dengan kontribusi Value RO tertinggi, mencapai 7,362,634,294.

**Gudang dengan Tantangan Pemenuhan:** Gudang seperti PHARMANET MEDAN (86.9%), PHARMANET TANGERANG (86.5%), PHARMANET BANJARMASIN (88.8%), PHARMANET SAMARINDA (88.7%), dan PHARMANET JAKTIM (89.3%) menunjukkan tingkat pemenuhan yang lebih rendah dari rata-rata. Angka-angka ini mengindikasikan adanya kendala operasional yang perlu ditangani, yang mungkin mencakup masalah stok, kapasitas gudang, atau efisiensi proses internal.

**Anomali PHARMANET PUSAT:** Kasus PHARMANET PUSAT menyoroti isu operasional yang serius dengan tingkat pemenuhan 0.0%. Ini disebabkan oleh satu RO dengan nilai 1,031,666 dan kuantitas 53 yang sepenuhnya dibatalkan. Investigasi mendalam diperlukan untuk memahami mengapa satu-satunya pesanan dari gudang ini mengalami pembatalan total, karena ini dapat menjadi indikator masalah struktural atau kejadian khusus.

### Investigasi Pembatalan Repeat Order (RO)

Sebanyak 1,324 RO unik dibatalkan, yang merupakan 6.41% dari total RO unik. Memahami penyebab pembatalan ini sangat penting untuk mengurangi potensi kehilangan penjualan di masa depan.

#### Pembatalan RO berdasarkan Asal Gudang

| Asal Gudang           | Number of Cancelled ROs | Percentage (%) |
|:----------------------|------------------------:|---------------:|
| PHARMANET TANGERANG   | 181                     | 13.7           |
| PHARMANET MEDAN       | 150                     | 11.3           |
| PHARMANET SURABAYA    | 140                     | 10.6           |
| PHARMANET SEMARANG    | 105                     | 7.9            |
| PHARMANET BEKASI      | 95                      | 7.2            |
| PHARMANET BOGOR       | 84                      | 6.3            |
| PHARMANET JAKTIM      | 83                      | 6.3            |
| PHARMANET PEKANBARU   | 71                      | 5.4            |
| PHARMANET MAKASSAR    | 70                      | 5.3            |
| PHARMANET BANJARMASIN | 66                      | 5.0            |
| PHARMANET SAMARINDA   | 55                      | 4.2            |
| PHARMANET SOLO        | 47                      | 3.6            |
| PHARMANET JAKBAR      | 35                      | 2.6            |
| PHARMANET BANDUNG     | 29                      | 2.2            |
| PHARMANET PONTIANAK   | 24                      | 1.8            |
| PHARMANET LAMPUNG     | 21                      | 1.6            |
| PHARMANET JAMBI       | 20                      | 1.5            |
| PHARMANET PALEMBANG   | 18                      | 1.4            |
| PHARMANET JAKSEL      | 15                      | 1.1            |
| PHARMANET MALANG      | 14                      | 1.1            |
| PHARMANET PUSAT       | 1                       | 0.1            |

Gudang PHARMANET TANGERANG (181 pembatalan) dan PHARMANET MEDAN (150 pembatalan) memiliki jumlah RO yang dibatalkan paling tinggi, sejalan dengan tingkat pemenuhan mereka yang lebih rendah. Ini mengindikasikan adanya korelasi kuat antara masalah operasional di gudang-gudang ini dengan tingginya angka pembatalan.

#### Pembatalan RO berdasarkan Divisi

| Divisi      | Number of Cancelled ROs | Percentage (%) |
|:------------|------------------------:|---------------:|
| PHARMANET   | 1,057                   | 79.8           |
| HOSPINET    | 240                     | 18.1           |
| VIBRANT PBF | 26                      | 2.0            |
| VIBRANT 3   | 1                       | 0.1            |

Divisi PHARMANET menyumbang sebagian besar dari RO yang dibatalkan (79.8%). Mengingat Divisi PHARMANET juga merupakan kontributor penjualan terbesar, tingginya angka pembatalan ini mungkin mencerminkan volume transaksi yang besar atau masalah spesifik dalam manajemen pesanan untuk produk yang ditangani divisi ini.

#### Produk Teratas dalam RO yang Dibatalkan

| Prodes                         | Number of Times in Cancelled ROs |
|:-------------------------------|---------------------------------:|
| POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB  | 327                              |
| PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK   | 310                              |
| POLYSILANE SUSPENSI 100 ML     | 234                              |
| PRORIS FORTE 200MG SUSP 50ML   | 216                              |
| MEFINAL 500MG CAP 100'S        | 211                              |
| ACLONAC 50MG FC TAB 30'S       | 196                              |
| CATAFLAM 50MG TAB 50'S         | 186                              |
| MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML | 183                              |
| MICROLAX 3 X 5 ML              | 180                              |
| SANMOL PARACETAMOL SIROP 60ML  | 179                              |

Secara kritis, beberapa produk terlaris perusahaan, seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK", juga muncul sebagai produk yang paling sering dibatalkan dalam RO. Hal ini mengindikasikan kemungkinan masalah ketersediaan stok atau kapasitas pemenuhan yang tidak memadai untuk produk-produk dengan permintaan tinggi. Ketika produk dengan volume penjualan besar juga memiliki tingkat pembatalan yang tinggi, ini menyebabkan kerugian pendapatan yang signifikan dan berpotensi merusak reputasi.

#### Pembatalan RO berdasarkan Partisipasi Apotek Online (AO YN)

| AO YN   | Number of Cancelled ROs | Percentage (%) |
|:--------|------------------------:|---------------:|
| N       | 822                     | 62.1           |
| Y       | 502                     | 37.9           |

Outlet yang tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN = 'N') memiliki jumlah pembatalan RO yang lebih tinggi dibandingkan dengan outlet yang berpartisipasi (AO YN = 'Y'). Ini mungkin menunjukkan perbedaan dalam proses pemesanan, visibilitas stok, atau komunikasi yang dapat mempengaruhi tingkat pembatalan di antara kedua saluran ini.

### Rekomendasi Operasional

Berdasarkan analisis di atas, berikut adalah rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan rantai pasok:

1.  **Investigasi Mendalam Terhadap Gudang dengan Tingkat Pemenuhan Rendah:** Lakukan audit operasional secara menyeluruh untuk PHARMANET MEDAN (86.9%), PHARMANET TANGERANG (86.5%), PHARMANET BANJARMASIN (88.8%), PHARMANET SAMARINDA (88.7%), dan PHARMANET JAKTIM (89.3%). Fokus pada identifikasi penyebab akar masalah seperti kekurangan stok, keterlambatan pemrosesan, masalah logistik internal, atau kapasitas gudang yang tidak memadai.
2.  **Penanganan Anomali PHARMANET PUSAT:** Segera selidiki pembatalan total RO tunggal di PHARMANET PUSAT. Pastikan apakah ini merupakan insiden terisolasi atau gejala dari masalah sistemik yang lebih besar.
3.  **Optimalisasi Manajemen Stok Produk Unggulan:** Perhatikan khusus produk-produk yang terlaris namun juga sering dibatalkan (misalnya, "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB", "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK"). Implementasikan sistem pemantauan stok yang lebih canggih dan strategi pengadaan yang lebih responsif untuk memastikan ketersediaan produk-produk ini secara konsisten, terutama di gudang dengan tingkat pembatalan tinggi.
4.  **Evaluasi Proses Pembatalan Divisi PHARMANET:** Mengingat tingginya jumlah pembatalan di Divisi PHARMANET, tinjau ulang alur kerja pembatalan, penyebab umum, dan komunikasi dengan pelanggan. Pertimbangkan pelatihan tambahan atau otomatisasi untuk mengurangi tingkat kesalahan atau miskomunikasi.
5.  **Perbaikan Proses untuk Outlet Non-Online:** Selidiki mengapa outlet non-online memiliki tingkat pembatalan RO yang lebih tinggi. Mungkin ada peluang untuk meningkatkan visibilitas stok, mempercepat proses konfirmasi pesanan, atau menyediakan opsi komunikasi yang lebih efektif.
6.  **Analisis Waktu Siklus Pesanan (Cycle Time Analysis):** Meskipun tidak ada data langsung tentang durasi, perbedaan antara Qty RO dan Qty SP/DO menunjukkan adanya jeda atau penyesuaian. Mengukur waktu rata-rata dari "Tgl. Order" ke "Tgl. SP", "Tgl. SP" ke "Tgl DO", dan "Tgl DO" ke "Tgl Ekspedisi", serta "Tgl Ekspedisi" ke "Tgl Diterima" di masa mendatang dapat memberikan wawasan tentang bottleneck dalam rantai pasok.

## 6. Wawasan Pelanggan & Produk

Bab ini menyelami lebih dalam pemahaman tentang karakteristik pelanggan dan pola pembelian produk, menggunakan segmentasi dan analisis keranjang belanja untuk mengungkap wawasan strategis. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi segmen pelanggan yang berbeda dan hubungan antar produk guna menginformasikan strategi penjualan, pemasaran, dan pengembangan produk.

### Segmentasi Pelanggan Berdasarkan Perilaku Pembelian

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang basis pelanggan, outlet telah dikelompokkan menggunakan analisis *K-Means clustering* berdasarkan metrik perilaku pembelian dan pengalaman pemenuhan pesanan mereka. Analisis ini menghasilkan empat segmen pelanggan yang berbeda, masing-masing dengan karakteristik unik:

| Klaster | Count | Rata-rata Total Value RO | Rata-rata Total Quantity RO | Rata-rata Unique Products | Rata-rata Unique Orders | Rata-rata Fulfillment Rate | Most Common Pharos YN | Most Common AO YN | Most Common Divisi | Most Common Asal Gudang |
|:--------|:------|:-------------------------|:----------------------------|:--------------------------|:------------------------|:---------------------------|:----------------------|:------------------|:-------------------|:------------------------|
| 0       | 321   | 8,141,912                | 214                         | 21                        | 2                       | 25.9%                      | N                     | N                 | PHARMANET          | PHARMANET MEDAN         |
| 1       | 4,030 | 5,633,645                | 150                         | 13                        | 3                       | 98.2%                      | Y                     | N                 | PHARMANET          | PHARMANET SURABAYA      |
| 2       | 14    | 495,247,410              | 17,146                      | 29                        | 3                       | 92.0%                      | Y                     | N                 | VIBRANT PBF        | PHARMANET MEDAN         |
| 3       | 697   | 33,514,060               | 770                         | 62                        | 12                      | 91.8%                      | N                     | N                 | PHARMANET          | PHARMANET BEKASI        |

**Interpretasi Klaster Pelanggan:**

*   **Klaster 0 (Pelanggan Berisiko Tinggi):** Klaster ini terdiri dari 321 outlet. Meskipun mereka memiliki rata-rata nilai RO sebesar 8,141,912 dan rata-rata kuantitas RO 214, tingkat pemenuhan pesanan mereka sangat rendah, yaitu hanya 25.9%. Ini menunjukkan masalah serius dalam pengalaman pelanggan mereka, mungkin terkait dengan ketersediaan produk atau masalah operasional. Sebagian besar outlet di klaster ini tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN='N') dan umumnya membeli produk non-Pharos ('N') melalui Divisi PHARMANET dari gudang PHARMANET MEDAN. Klaster ini memerlukan perhatian mendesak untuk mengidentifikasi dan mengatasi akar masalah pemenuhan agar dapat mencegah *churn* pelanggan dan memulihkan potensi penjualan.

*   **Klaster 1 (Pelanggan Umum & Loyal):** Merupakan segmen terbesar dengan 4,030 outlet. Mereka menunjukkan rata-rata nilai RO sebesar 5,633,645 dan rata-rata kuantitas RO 150, dengan tingkat pemenuhan yang sangat tinggi sebesar 98.2%. Outlet di klaster ini sebagian besar membeli produk Pharos Group ('Y') dan tidak berpartisipasi dalam Apotek Online ('N'), dengan Divisi PHARMANET dan gudang PHARMANET SURABAYA menjadi yang paling umum. Klaster ini adalah tulang punggung bisnis dan strategi harus berfokus pada mempertahankan kepuasan tinggi mereka serta mendorong pembelian berulang melalui penawaran yang relevan.

*   **Klaster 2 (Pelanggan Bernilai Sangat Tinggi):** Meskipun hanya terdiri dari 14 outlet, klaster ini sangat penting karena memiliki rata-rata nilai RO tertinggi sebesar 495,247,410 dan rata-rata kuantitas RO 17,146. Mereka memiliki rata-rata tingkat pemenuhan yang baik, yaitu 92.0%. Pelanggan di klaster ini dominan membeli produk Pharos Group ('Y'), tidak berpartisipasi dalam Apotek Online ('N'), dan cenderung dilayani oleh Divisi VIBRANT PBF dari gudang PHARMANET MEDAN. Klaster ini adalah "permata" bagi perusahaan, dan program hubungan pelanggan eksklusif atau layanan premium harus dipertimbangkan untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas mereka.

*   **Klaster 3 (Pelanggan Pembeli Beragam & Sering):** Klaster ini mencakup 697 outlet dengan rata-rata nilai RO sebesar 33,514,060 dan rata-rata kuantitas RO 770. Mereka menonjol dengan rata-rata 62 produk unik yang dibeli dan 12 pesanan unik, menunjukkan perilaku pembelian yang beragam dan sering. Tingkat pemenuhan mereka juga sehat, yaitu 91.8%. Sama seperti klaster mayoritas, mereka cenderung tidak berpartisipasi dalam Apotek Online ('N'), membeli produk non-Pharos ('N'), dan dilayani oleh Divisi PHARMANET dari gudang PHARMANET BEKASI. Strategi untuk klaster ini bisa fokus pada pengenalan produk baru dan penawaran yang mendorong eksplorasi berbagai kategori produk.

### Analisis Keranjang Belanja dan Hubungan Produk

Analisis keranjang belanja (Market Basket Analysis) mengidentifikasi produk-produk yang sering dibeli bersama dalam *Repeat Order* (RO) yang terlayani penuh, memberikan wawasan berharga untuk strategi *cross-selling* dan penempatan produk.

#### Top 10 Pasangan Produk yang Sering Dibeli Bersama dalam RO yang Terlayani Penuh

| Product A                      | Product B                     | Frequency | Support  |
|:-------------------------------|:------------------------------|----------:|:---------|
| POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB  | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK  | 1,588     | 7.7%     |
| POLYSILANE SUSPENSI 100 ML     | POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB | 1,510     | 7.3%     |
| PRORIS FORTE 200MG SUSP 50ML   | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK  | 1,385     | 6.7%     |
| POLYSILANE SUSPENSI 100 ML     | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK  | 1,164     | 5.6%     |
| MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML | POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB | 1,136     | 5.5%     |
| MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML | PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK  | 1,117     | 5.4%     |
| POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB  | PRORIS FORTE 200MG SUSP 50ML  | 1,006     | 4.9%     |
| SANMOL PARACETAMOL DROPS 15ML  | SANMOL PARACETAMOL SIROP 60ML | 889       | 4.3%     |
| MICROLAX GEL OBAT PENCAHAR 5ML | POLYSILANE SUSPENSI 100 ML    | 871       | 4.2%     |
| MICROLAX 3 X 5 ML              | POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB | 803       | 3.9%     |

**Wawasan Produk:**

*   Pasangan produk "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" adalah yang paling sering dibeli bersama, muncul dalam 1,588 RO yang terlayani penuh atau sekitar 7.7% dari total RO unik. Ini menunjukkan hubungan pembelian yang kuat antara kedua produk ini.
*   Produk dari lini yang sama, seperti berbagai varian Polysilane (tablet dan suspensi) dan Proris (suspensi dan forte), sering kali muncul bersamaan dalam satu pesanan. Misalnya, "POLYSILANE SUSPENSI 100 ML" dan "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dibeli bersama 1,510 kali.
*   Produk-produk terkait gejala (misalnya, pencernaan seperti Polysilane dan Microlax) juga sering dibeli bersama.
*   Pasangan "SANMOL PARACETAMOL DROPS 15ML" dan "SANMOL PARACETAMOL SIROP 60ML" menunjukkan bahwa pelanggan cenderung membeli berbagai bentuk sediaan obat yang sama, mungkin untuk kebutuhan keluarga dengan usia berbeda atau sebagai cadangan.

### Keterkaitan Produk, Pelanggan, dan Peluang

Menggabungkan wawasan dari segmentasi pelanggan dan analisis keranjang belanja membuka peluang strategis:

*   **Peluang *Cross-selling* & *Bundling*:** Berdasarkan pasangan produk yang sering dibeli bersama, perusahaan dapat membuat paket bundling (misalnya, Polysilane tablet dengan Proris suspensi) atau merekomendasikan produk pelengkap saat pelanggan membeli salah satunya. Ini dapat meningkatkan nilai rata-rata pesanan dan kepuasan pelanggan dengan menyediakan solusi yang lebih komprehensif.
*   **Strategi Penempatan Produk:** Penempatan strategis produk-produk yang sering dibeli bersama di platform pemesanan atau outlet fisik dapat mendorong pembelian impulsif dan mengingatkan pelanggan akan kebutuhan pelengkap.
*   **Targeting Berbasis Klaster:**
    *   **Klaster 1 (Pelanggan Umum & Loyal):** Mengingat klaster ini mayoritas membeli produk Pharos Group ('Y') dan merupakan pelanggan non-online ('N'), strategi dapat mencakup promosi bundling produk Pharos inti yang sering dibeli bersama, khususnya yang terlaris.
    *   **Klaster 2 (Pelanggan Bernilai Sangat Tinggi):** Meskipun pelanggan ini juga cenderung ke produk Pharos ('Y') dan non-online ('N'), dengan nilai RO yang sangat tinggi, penawaran *bundling* atau *cross-selling* harus lebih dipersonalisasi dan mungkin mencakup produk premium atau edisi terbatas yang relevan dengan riwayat pembelian mereka. Fokus pada menjaga ketersediaan produk terlaris di gudang yang melayani mereka (misalnya, PHARMANET MEDAN) sangat krusial.
    *   **Klaster 3 (Pelanggan Pembeli Beragam & Sering):** Karena klaster ini membeli produk non-Pharos ('N') dan membeli beragam produk, mereka adalah target ideal untuk pengenalan produk baru atau promosi yang menyoroti variasi produk yang tersedia. Analisis keranjang belanja dapat mengidentifikasi produk yang belum pernah mereka coba tetapi sering dibeli bersama dengan produk favorit mereka.
*   **Peningkatan Ketersediaan Produk:** Identifikasi produk-produk terlaris yang juga sering muncul dalam RO yang dibatalkan (seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" sebagaimana disinggung di Bab 5). Pastikan ketersediaan stok yang optimal untuk produk-produk ini, terutama di gudang yang melayani Klaster 0 (PHARMANET MEDAN) dan Klaster 3 (PHARMANET BEKASI), yang sebagian besar adalah pelanggan non-online. Mengatasi masalah ketersediaan dapat secara langsung mengubah RO yang dibatalkan menjadi penjualan yang sukses.

## 7. Analisis Pemenuhan Pesanan & Pembatalan

Pada bagian ini, kami menyelami lebih dalam dinamika pemenuhan pesanan dan isu-isu pembatalan yang memengaruhinya. Meskipun data secara keseluruhan menunjukkan tingkat pemenuhan *Repeat Order* (RO) yang sangat baik sebesar 93.59% RO unik berhasil dilayani sepenuhnya, sisa 6.41% RO yang dibatalkan mewakili potensi penjualan yang hilang dan dapat mengindikasikan masalah operasional atau pasokan yang perlu diperbaiki. Total 1,324 RO unik tercatat dibatalkan. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama di balik pembatalan ini dan implikasinya terhadap performa bisnis dan kepuasan pelanggan, berdasarkan temuan-temuan terperinci dari bab-bab sebelumnya, khususnya Bab 3 dan 5.

### Implikasi Pembatalan Pesanan terhadap Bisnis

Pembatalan pesanan secara langsung berdampak pada pendapatan dan dapat merusak hubungan dengan pelanggan. Dari 1,324 RO yang dibatalkan, sejumlah besar berasal dari gudang dan divisi tertentu, serta melibatkan produk-produk terlaris.

1.  **Dampak pada Saluran Penjualan dan Gudang:** Seperti yang diuraikan dalam Bab 5, gudang-gudang seperti PHARMANET TANGERANG (181 pembatalan) dan PHARMANET MEDAN (150 pembatalan) mencatat jumlah RO yang dibatalkan tertinggi. Ini sejalan dengan tingkat pemenuhan RO mereka yang relatif lebih rendah (PHARMANET TANGERANG 86.5% dan PHARMANET MEDAN 86.9%), menunjukkan adanya kendala operasional yang konsisten di lokasi-lokasi tersebut yang menyebabkan pesanan tidak dapat dipenuhi. Divisi PHARMANET, sebagai kontributor penjualan terbesar, juga menyumbang proporsi pembatalan RO tertinggi (79.8%), yang mungkin mencerminkan skala operasinya tetapi juga menyoroti kebutuhan untuk menyempurnakan proses pemenuhannya.

2.  **Anomali Pemenuhan di PHARMANET PUSAT:** Kasus PHARMANET PUSAT merupakan anomali kritis yang menunjukkan tingkat pemenuhan 0.0%. Ini disebabkan oleh satu RO dengan Nomor RO 4930486, senilai 1,031,666 dan kuantitas 53 unit, yang dibatalkan sepenuhnya. Kejadian ini memerlukan investigasi segera untuk menentukan apakah ini adalah insiden terisolasi atau indikasi masalah sistemik yang lebih besar dalam pengelolaan pesanan di gudang tersebut.

3.  **Keterkaitan dengan Ketersediaan Produk Unggulan:** Salah satu temuan paling penting adalah bahwa produk-produk yang masuk dalam daftar terlaris juga merupakan yang paling sering dibatalkan (lihat Bab 5). Misalnya, "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dibatalkan sebanyak 327 kali dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" dibatalkan 310 kali. Pola ini sangat mengkhawatirkan karena menunjukkan bahwa masalah utama mungkin terletak pada manajemen stok atau kapasitas pemenuhan untuk produk-produk dengan permintaan sangat tinggi. Kehilangan penjualan dari produk inti ini dapat berdampak signifikan pada pendapatan dan pangsa pasar.

4.  **Dampak pada Segmen Pelanggan:** Pembatalan pesanan memiliki dampak yang bervariasi pada segmen pelanggan yang berbeda (lihat Bab 6). Khususnya, **Klaster 0**, yang terdiri dari 321 outlet, memiliki tingkat pemenuhan rata-rata yang sangat rendah, yaitu hanya 25.9%. Mayoritas outlet di klaster ini tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN='N') dan RO mereka umumnya dilayani oleh Divisi PHARMANET dari gudang PHARMANET MEDAN. Tingkat pemenuhan yang rendah ini menunjukkan bahwa masalah pembatalan tidak hanya merupakan insiden acak, tetapi juga memengaruhi segmen pelanggan tertentu secara tidak proporsional, berpotensi mengarah pada *churn* pelanggan.

### Rekomendasi Strategis untuk Peningkatan Pemenuhan dan Pencegahan Pembatalan

Berdasarkan analisis pemenuhan dan pembatalan pesanan, berikut adalah rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti:

1.  **Audit Mendalam Gudang Berkinerja Rendah:** Fokuskan sumber daya pada audit operasional dan manajemen stok di gudang-gudang dengan tingkat pemenuhan RO yang rendah dan angka pembatalan yang tinggi, seperti PHARMANET TANGERANG (86.5% pemenuhan), PHARMANET MEDAN (86.9% pemenuhan), PHARMANET BANJARMASIN (88.8% pemenuhan), PHARMANET SAMARINDA (88.7% pemenuhan), dan PHARMANET JAKTIM (89.3% pemenuhan). Identifikasi dan atasi akar masalah seperti kekurangan stok, proses yang tidak efisien, atau kapasitas penyimpanan yang tidak memadai.

2.  **Perbaikan Manajemen Stok Produk Unggulan:** Segera implementasikan sistem pemantauan stok yang lebih canggih dan strategi pengadaan yang responsif untuk produk-produk terlaris yang juga sering dibatalkan. Ini mencakup "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" (327 pembatalan) dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" (310 pembatalan). Pastikan ketersediaan stok yang memadai untuk produk-produk ini di semua gudang yang relevan untuk memenuhi permintaan tinggi dan mencegah kehilangan penjualan.

3.  **Investigasi dan Pencegahan Anomali PHARMANET PUSAT:** Lakukan investigasi menyeluruh terhadap pembatalan tunggal di PHARMANET PUSAT (RO 4930486, nilai 1,031,666). Pahami penyebabnya (misalnya, masalah teknis, ketersediaan produk, atau kesalahan entri) dan terapkan langkah-langkah korektif untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

4.  **Strategi Peningkatan Layanan untuk Klaster Pelanggan Berisiko:** Kembangkan program khusus untuk Klaster 0, segmen pelanggan dengan tingkat pemenuhan 25.9%. Ini mungkin melibatkan peningkatan komunikasi proaktif mengenai ketersediaan stok, prioritas dalam pemenuhan pesanan, atau penawaran alternatif ketika produk tidak tersedia. Memperbaiki pengalaman pemenuhan untuk klaster ini adalah kunci untuk mengurangi *churn* dan memulihkan potensi pendapatan mereka.

5.  **Optimalisasi Proses Divisi PHARMANET:** Mengingat bahwa Divisi PHARMANET menyumbang sebagian besar pembatalan, analisis mendalam terhadap alur kerja pemesanan dan pemenuhan dalam divisi ini diperlukan. Fokus pada identifikasi titik-titik gesekan atau kelemahan yang dapat menyebabkan pembatalan dan terapkan perbaikan proses, pelatihan karyawan, atau otomatisasi yang sesuai.

Dengan mengatasi masalah pemenuhan dan pembatalan pesanan secara strategis, perusahaan dapat tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperkuat hubungan pelanggan dan mengamankan potensi penjualan yang saat ini hilang.

## 8. Rekomendasi

Analisis eksplorasi ini telah mengungkap berbagai wawasan penting terkait kinerja penjualan, operasional, dan perilaku pelanggan dari data pesanan perusahaan distribusi. Berdasarkan temuan-temuan dari bab-bab sebelumnya, berikut adalah rekomendasi strategis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan performa bisnis secara keseluruhan, mengoptimalkan proses, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.

### 1. Optimalisasi Rantai Pasok dan Operasional

Efisiensi rantai pasok adalah kunci untuk menjaga tingkat kepuasan pelanggan dan mencegah hilangnya penjualan.

*   **Investigasi Mendalam Gudang Berkinerja Rendah:** Fokuskan sumber daya pada audit operasional dan manajemen stok di gudang-gudang dengan tingkat pemenuhan *Repeat Order* (RO) yang rendah dan angka pembatalan yang tinggi. Gudang-gudang ini meliputi PHARMANET MEDAN (tingkat pemenuhan 86.9%, 150 RO dibatalkan), PHARMANET TANGERANG (86.5% pemenuhan, 181 RO dibatalkan), PHARMANET BANJARMASIN (88.8% pemenuhan), PHARMANET SAMARINDA (88.7% pemenuhan), dan PHARMANET JAKTIM (89.3% pemenuhan). Identifikasi akar masalah seperti kekurangan stok, keterlambatan pemrosesan, masalah logistik internal, atau kapasitas gudang yang tidak memadai, dan implementasikan tindakan korektif.
*   **Penanganan Anomali PHARMANET PUSAT:** Lakukan investigasi menyeluruh terhadap satu-satunya RO dari PHARMANET PUSAT (Nomor RO 4930486) yang dibatalkan sepenuhnya, dengan nilai 1,031,666 dan kuantitas 53 unit, yang menyebabkan tingkat pemenuhan 0.0%. Pahami penyebab spesifiknya (misalnya, masalah teknis, ketersediaan produk, atau kesalahan entri) dan terapkan langkah-langkah korektif untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
*   **Evaluasi Proses Pembatalan Divisi PHARMANET:** Mengingat Divisi PHARMANET menyumbang sebagian besar pembatalan RO (1,057 dari 1,324 RO yang dibatalkan, atau 79.8%), analisis mendalam terhadap alur kerja pemesanan dan pemenuhan dalam divisi ini diperlukan. Identifikasi titik-titik gesekan atau kelemahan yang dapat menyebabkan pembatalan dan terapkan perbaikan proses, pelatihan karyawan, atau otomatisasi yang sesuai untuk mengurangi tingkat pembatalan.

### 2. Manajemen Produk Strategis untuk Peningkatan Penjualan

Memanfaatkan pola pembelian produk dan mengatasi pembatalan produk terlaris dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan.

*   **Optimalisasi Manajemen Stok Produk Unggulan:** Perhatikan khusus produk-produk terlaris yang juga sering dibatalkan, seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" (327 kali dibatalkan) dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" (310 kali dibatalkan). Implementasikan sistem pemantauan stok yang lebih canggih dan strategi pengadaan yang responsif untuk memastikan ketersediaan produk-produk ini secara konsisten, terutama di gudang dengan tingkat pembatalan tinggi. Ketersediaan yang konsisten akan mengubah RO yang dibatalkan menjadi penjualan yang sukses.
*   **Strategi *Cross-selling* dan *Bundling* Berbasis MBA:** Manfaatkan temuan dari Analisis Keranjang Belanja (Market Basket Analysis). Pasangan produk teratas seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dengan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" (frekuensi 1,588, dukungan 7.7%) dan "POLYSILANE SUSPENSI 100 ML" dengan "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" (frekuensi 1,510, dukungan 7.3%) menawarkan peluang besar. Buat paket *bundling* yang menarik atau rekomendasi *cross-selling* otomatis di platform pemesanan untuk meningkatkan nilai rata-rata pesanan (AOV).
*   **Pemanfaatan Kekuatan Merek Internal:** Mengingat produk-produk Pharos Group (Pharos YN = 'Y') menyumbang 59.5% dari total nilai RO dan 71.6% dari total kuantitas RO, prioritaskan pemasaran dan distribusi produk-produk ini. Analisis lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi produk Pharos Group lain yang memiliki potensi pertumbuhan serupa.

### 3. Pengembangan Pelanggan Berbasis Segmen

Segmentasi pelanggan (K-Means) memberikan gambaran detail tentang perilaku dan kebutuhan setiap klaster, memungkinkan strategi yang lebih personal dan efektif.

*   **Klaster 0 (Pelanggan Berisiko Tinggi):** Klaster ini terdiri dari 321 outlet dengan tingkat pemenuhan yang sangat rendah (25.9%). Mayoritas dari mereka tidak berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN='N') dan RO mereka umumnya dilayani oleh Divisi PHARMANET dari gudang PHARMANET MEDAN. Kembangkan program retensi khusus untuk klaster ini, termasuk peningkatan komunikasi proaktif mengenai ketersediaan stok, prioritas dalam pemenuhan pesanan, atau penawaran alternatif saat produk tidak tersedia. Perbaiki pengalaman pemenuhan mereka adalah kunci untuk mengurangi *churn*.
*   **Klaster 1 (Pelanggan Umum & Loyal):** Segmen terbesar dengan 4,030 outlet dan tingkat pemenuhan yang sangat tinggi (98.2%). Pertahankan kepuasan mereka melalui layanan pelanggan yang prima dan promosi yang relevan. Perluas penawaran berdasarkan produk Pharos Group yang populer di klaster ini.
*   **Klaster 2 (Pelanggan Bernilai Sangat Tinggi):** Kelompok kecil (14 outlet) namun sangat berharga dengan rata-rata nilai RO 495,247,410. Mereka dilayani oleh Divisi VIBRANT PBF dari gudang PHARMANET MEDAN. Terapkan program hubungan pelanggan eksklusif (Key Account Management), tawarkan layanan premium, dan berikan penawaran yang sangat personal untuk menjaga loyalitas dan mendorong peningkatan pembelian. Pastikan ketersediaan produk yang konsisten dan pemenuhan prioritas untuk klaster ini.
*   **Klaster 3 (Pelanggan Pembeli Beragam & Sering):** Klaster ini mencakup 697 outlet yang membeli beragam produk (rata-rata 62 produk unik) dan melakukan banyak pesanan (rata-rata 12 pesanan unik), dengan tingkat pemenuhan 91.8%, dilayani oleh Divisi PHARMANET dari gudang PHARMANET BEKASI. Fokuskan strategi pada pengenalan produk baru dan penawaran yang mendorong eksplorasi berbagai kategori produk. Gunakan wawasan MBA untuk merekomendasikan produk pelengkap yang belum pernah mereka coba.

### 4. Peningkatan Saluran Digital dan Keterlibatan Online

Meskipun outlet non-online mendominasi penjualan (68.16% Total Value RO), kontribusi outlet online (31.84% Total Value RO) menunjukkan potensi yang signifikan.

*   **Peningkatan Adopsi Apotek Online:** Selidiki mengapa outlet non-online (AO YN = 'N') memiliki tingkat pembatalan RO yang lebih tinggi (822 pembatalan) dibandingkan outlet online (AO YN = 'Y') (502 pembatalan). Ini mungkin menunjukkan perbedaan dalam proses pemesanan, visibilitas stok, atau komunikasi. Identifikasi dan atasi hambatan bagi outlet 'N' untuk berpartisipasi dalam program Apotek Online atau tingkatkan pengalaman mereka di platform yang ada.
*   **Strategi Pemasaran Digital Terarah:** Kembangkan strategi pemasaran digital yang lebih canggih untuk outlet yang berpartisipasi dalam program Apotek Online (AO YN = 'Y') untuk lebih meningkatkan penjualan mereka dan memperluas jangkauan digital.

### 5. Peningkatan Kualitas Data dan Analisis Berkelanjutan

*   **Pengukuran Waktu Siklus Pesanan (Cycle Time):** Untuk analisis di masa mendatang, kumpulkan dan analisis metrik waktu siklus pesanan, seperti durasi dari "Tgl. Order" ke "Tgl. SP", "Tgl. SP" ke "Tgl DO", dan "Tgl DO" ke "Tgl Ekspedisi", serta "Tgl Ekspedisi" ke "Tgl Diterima". Hal ini akan membantu mengidentifikasi *bottleneck* dalam rantai pasok dan mengukur dampak perbaikan operasional secara lebih akurat.
*   **Pemantauan KPI Berkelanjutan:** Lakukan pemantauan berkala terhadap indikator kinerja utama (KPI) yang diidentifikasi dalam laporan ini, termasuk tingkat pemenuhan RO per gudang dan divisi, tingkat pembatalan produk utama, dan kinerja setiap klaster pelanggan, untuk memastikan implementasi rekomendasi berjalan efektif dan untuk mengidentifikasi tren baru.

Dengan mengimplementasikan rekomendasi-rekomendasi ini, perusahaan dapat mengoptimalkan operasional, meningkatkan penjualan, memperkuat hubungan dengan pelanggan, dan pada akhirnya mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

## 9. Kesimpulan

Analisis eksplorasi terhadap data pesanan pelanggan perusahaan distribusi telah memberikan wawasan mendalam mengenai kinerja penjualan, efisiensi operasional, dan perilaku pelanggan selama periode Juni 2026. Meskipun tingkat pemenuhan pesanan secara keseluruhan menunjukkan kinerja yang kuat, terdapat area-area spesifik yang memerlukan perhatian untuk mengoptimalkan potensi bisnis.

Secara umum, perusahaan menunjukkan efisiensi pemenuhan yang tinggi, dengan 93.6% dari *Repeat Order* (RO) unik berhasil dilayani secara penuh. Total nilai RO mencapai 55,609,905,301 dan total kuantitas RO sebanyak 1,450,205 unit dari 20,645 RO unik. Divisi PHARMANET adalah kontributor penjualan terbesar, menyumbang 66.4% dari total nilai RO, dan produk-produk dari Pharos Group (Pharos YN='Y') mendominasi dengan 59.5% dari nilai RO. Pelanggan non-online (AO YN='N') masih merupakan mayoritas dengan 68.2% nilai RO, namun kontribusi pelanggan online (AO YN='Y') sebesar 31.8% juga signifikan.

Analisis produk dan outlet mengidentifikasi "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" sebagai produk terlaris. Sementara itu, "TEKNOLOGI MEDIKA PRATAMA, PT" merupakan outlet dengan kontribusi nilai RO tertinggi. Analisis keranjang belanja menunjukkan bahwa pasangan produk seperti "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" adalah yang paling sering dibeli bersama, dengan frekuensi 1,588, mengindikasikan peluang *cross-selling* yang kuat.

Meskipun demikian, beberapa anomali dan area perhatian telah teridentifikasi:
*   **Kinerja Gudang Bervariasi**: Gudang "PHARMANET PALEMBANG" dan "PHARMANET BANDUNG" menunjukkan tingkat pemenuhan RO yang sangat tinggi (masing-masing 98.6% dan 98.0%). Namun, gudang-gudang seperti "PHARMANET MEDAN" (86.9%) dan "PHARMANET TANGERANG" (86.5%) memiliki tingkat pemenuhan yang relatif lebih rendah.
*   **Anomali PHARMANET PUSAT**: Gudang "PHARMANET PUSAT" menunjukkan tingkat pemenuhan 0.0%, dengan satu RO senilai 1,031,666 dibatalkan sepenuhnya.
*   **Produk Terlaris yang Sering Dibatalkan**: Tumpang tindih antara produk terlaris dan produk yang paling sering dibatalkan merupakan temuan krusial. "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" (327 kali dibatalkan) dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK" (310 kali dibatalkan) menunjukkan potensi masalah ketersediaan stok atau manajemen pesanan untuk produk dengan permintaan tinggi.
*   **Segmen Pelanggan Berisiko**: Klaster 0, yang terdiri dari 321 outlet, memiliki tingkat pemenuhan pesanan rata-rata yang sangat rendah, hanya 25.9%. Ini mengindikasikan masalah serius yang dapat menyebabkan *churn* pelanggan.

Berdasarkan temuan-temuan ini, beberapa rekomendasi strategis dapat diimplementasikan:

1.  **Optimalisasi Rantai Pasok dan Operasional**: Lakukan audit mendalam terhadap gudang-gudang dengan tingkat pemenuhan rendah dan jumlah pembatalan RO tinggi, seperti "PHARMANET MEDAN" dan "PHARMANET TANGERANG". Investigasi anomali pada "PHARMANET PUSAT" untuk mengidentifikasi akar masalah. Evaluasi proses pembatalan di Divisi PHARMANET yang menyumbang 79.8% dari total pembatalan.

2.  **Manajemen Produk Strategis**: Perkuat manajemen stok untuk produk-produk terlaris yang sering dibatalkan (misalnya, "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK") untuk memastikan ketersediaan dan mengurangi kehilangan penjualan. Manfaatkan wawasan dari analisis keranjang belanja untuk mengembangkan strategi *cross-selling* dan *bundling* produk, seperti menggabungkan "POLYSILANE TAB. KUNYAH 5X8TAB" dengan "PRORIS SUSP 60 ML RASA JERUK", guna meningkatkan nilai rata-rata pesanan.

3.  **Pengembangan Pelanggan Berbasis Segmen**: Kembangkan program retensi khusus untuk **Klaster 0 (Pelanggan Berisiko Tinggi)** dengan meningkatkan komunikasi proaktif mengenai ketersediaan stok atau menawarkan alternatif untuk memperbaiki pengalaman mereka. Pertahankan loyalitas **Klaster 1 (Pelanggan Umum & Loyal)** dengan layanan prima. Berikan layanan eksklusif dan penawaran personalisasi untuk **Klaster 2 (Pelanggan Bernilai Sangat Tinggi)** untuk menjaga kepuasan dan mendorong pembelian lebih lanjut. Dorong eksplorasi produk baru untuk **Klaster 3 (Pelanggan Pembeli Beragam & Sering)**.

4.  **Peningkatan Saluran Digital**: Analisis lebih lanjut mengapa outlet non-online (AO YN='N') memiliki tingkat pembatalan RO yang lebih tinggi dibandingkan outlet online (AO YN='Y'). Identifikasi hambatan dan dorong adopsi serta optimalkan partisipasi dalam program Apotek Online untuk memperluas jangkauan digital.

Melalui implementasi rekomendasi-rekomendasi ini, perusahaan dapat tidak hanya mengatasi tantangan operasional dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan, memanfaatkan peluang pasar, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.