# Laporan Akhir Eksplorasi Data

## 1. Ringkasan Eksekutif

Analisis ini bertujuan untuk mengeksplorasi wawasan tersembunyi dari data pemenuhan pesanan pelanggan guna meningkatkan kinerja operasional dan penjualan. Fokus utama adalah pada efisiensi proses pemenuhan pesanan, identifikasi hambatan, dan perbandingan kinerja antar penyedia logistik serta gudang.

Secara keseluruhan, proses pemenuhan pesanan internal menunjukkan efisiensi yang tinggi. Durasi median untuk tahapan dari Order hingga Surat Pesanan (SP), SP hingga Delivery Order (DO), dan DO hingga Logbook tercatat 0 hari. Ini menunjukkan bahwa proses internal dari penerimaan pesanan hingga barang siap dikirim berlangsung sangat cepat. Namun, hambatan mulai terlihat pada tahapan "Logbook hingga Barang Diterima" yang memiliki durasi median 0 hari tetapi persentil ke-75 menunjukkan 1 hari. Durasi Pemenuhan Total per DO (dari Order hingga Barang Diterima) memiliki median 1 hari dan persentil ke-75 sebanyak 2 hari. Ini mengindikasikan bahwa sekitar 25% pesanan membutuhkan waktu 2 hari atau lebih untuk mencapai pelanggan setelah pesanan awal.

**Tabel Durasi Tahapan Pemenuhan Keseluruhan (Hari)**

| Tahapan Pemenuhan             | Median (Hari) | Persentil ke-75 (Hari) |
|-------------------------------|---------------|------------------------|
| Durasi Order Ke SP            | 0             | 0                      |
| Durasi SP Ke DO               | 0             | 0                      |
| Durasi DO Ke Logbook          | 0             | 0                      |
| Durasi Logbook Ke Diterima    | 0             | 1                      |
| Durasi Pemenuhan Total per DO | 1             | 2                      |

Analisis lebih lanjut pada kinerja ekspedisi menunjukkan variasi yang signifikan. Beberapa penyedia ekspedisi menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan median waktu pengiriman 0 hari dari Logbook hingga Barang Diterima, seperti ANDALAN 21 EXPRESS (1,506 DOs), PT CENTURY (3,548 DOs), dan Anteraja (4,760 DOs). Namun, ada kelompok ekspedisi lain yang memiliki median waktu pengiriman 1 hari dan persentil ke-75 sebanyak 2 hari, seperti GLOBALINDO 21 EXPRESS (832 DOs), INDAH LOGISTIK (1,323 DOs), LION PARCEL (3,197 DOs), PCP EXPRESS (2,397 DOs), dan PT. TUNAS ANTARNUSA MUDA KARGO (1,029 DOs). Perbedaan ini menunjukkan adanya peluang untuk mengoptimalkan pemilihan penyedia ekspedisi berdasarkan rute atau volume pesanan. Beberapa ekspedisi seperti EXPD Bandung (Sierra), FARDHA MANDIRI, KJN EXPRESS, dan PT. LESTARI JAYA RAYA tidak memiliki data waktu pengiriman (`nan`), yang mungkin mengindikasikan volume pesanan yang sangat rendah atau masalah integritas data.

**Tabel Waktu Pengiriman Berdasarkan Layanan Ekspedisi (Logbook ke Diterima)**

| Nama Ekspedisi                    | Median Pengiriman (Hari) | Persentil ke-75 Pengiriman (Hari) | Jumlah DO |
|-----------------------------------|--------------------------|-----------------------------------|-----------|
| ANDALAN 21 EXPRESS                | 0                        | 1                                 | 1,506     |
| EXPD SURABAYA 1                   | 0                        | 0                                 | 140       |
| EXPD JAKTIM                       | 0                        | 0                                 | 513       |
| PT CENTURY                        | 0                        | 0                                 | 3,548     |
| EXPD JAKBAR                       | 0                        | 0                                 | 483       |
| EXPD INTERNAL SEMARANG            | 0                        | 0                                 | 13        |
| EXPD INTERNAL JAKSEL              | 0                        | 0                                 | 94        |
| EXPD JAKSEL                       | 0                        | 0                                 | 304       |
| EXPD Bogor (Sierra)               | 0                        | 0                                 | 30        |
| EXPD BEKASI                       | 0                        | 0                                 | 941       |
| EXPD BANJARMASIN                  | 0                        | 0                                 | 112       |
| Anteraja                          | 0                        | 0                                 | 4,760     |
| Antaraja Same Day                 | 0                        | 0                                 | 47        |
| EXPD INTERNAL BOGOR               | 0                        | 0                                 | 21        |
| EXPD MEDAN                        | 0                        | 1                                 | 20        |
| GLOBALINDO 21 EXPRESS             | 1                        | 2                                 | 832       |
| INDAH LOGISTIK                    | 1                        | 2                                 | 1,323     |
| LION PARCEL                       | 1                        | 2                                 | 3,197     |
| Media Transportasi Logistic       | 1                        | 2                                 | 65        |
| PCP EXPRESS                       | 1                        | 2                                 | 2,397     |
| PT. TUNAS ANTARNUSA MUDA KARGO    | 1                        | 2                                 | 1,029     |
| EXPD Bandung (Sierra)             | nan                      | nan                               | 0         |
| FARDHA MANDIRI                    | nan                      | nan                               | 0         |
| KJN EXPRESS                       | nan                      | nan                               | 0         |
| PT. LESTARI JAYA RAYA             | nan                      | nan                               | 0         |

Kinerja gudang (Asal Gudang) juga menunjukkan variasi dalam total waktu pemenuhan (Order hingga Diterima). Gudang seperti PHARMANET BANJARMASIN (114 DOs), JAKBAR (904 DOs), JAKSEL (524 DOs), dan JAKTIM (865 DOs) menunjukkan kinerja terbaik dengan median total pemenuhan 0 hari. Sebaliknya, beberapa gudang memiliki durasi median yang lebih lama, yaitu 2 hari, seperti PHARMANET MEDAN (1,167 DOs), LAMPUNG (641 DOs), PEKANBARU (945 DOs), SAMARINDA (544 DOs), dan TANGERANG (1,233 DOs). Gudang PHARMANET TANGERANG menonjol sebagai anomali kritis dengan persentil ke-75 durasi total pemenuhan mencapai 7 hari, menunjukkan bahwa sebagian besar pesanan dari gudang ini mengalami penundaan signifikan.

**Tabel Waktu Pemenuhan Total Berdasarkan Gudang (Order ke Diterima)**

| Asal Gudang           | Median Pemenuhan Total (Hari) | Persentil ke-75 Pemenuhan Total (Hari) | Jumlah DO |
|-----------------------|-------------------------------|----------------------------------------|-----------|
| PHARMANET BANJARMASIN | 0                             | 1                                      | 114       |
| PHARMANET JAKBAR      | 0                             | 1                                      | 904       |
| PHARMANET JAKSEL      | 0                             | 0                                      | 524       |
| PHARMANET JAKTIM      | 0                             | 0                                      | 865       |
| PHARMANET PALEMBANG   | 0                             | 1                                      | 1,319     |
| PHARMANET MALANG      | 0                             | 2                                      | 501       |
| PHARMANET BANDUNG     | 1                             | 2                                      | 1,668     |
| PHARMANET SOLO        | 1                             | 2                                      | 1,440     |
| PHARMANET SEMARANG    | 1                             | 2                                      | 1,657     |
| PHARMANET PONTIANAK   | 1                             | 3                                      | 556       |
| PHARMANET MAKASSAR    | 1                             | 2                                      | 737       |
| PHARMANET JAMBI       | 1                             | 2                                      | 573       |
| PHARMANET BOGOR       | 1                             | 1                                      | 1,401     |
| PHARMANET BEKASI      | 1                             | 1                                      | 2,215     |
| PHARMANET SURABAYA    | 1                             | 2                                      | 2,422     |
| PHARMANET MEDAN       | 2                             | 3                                      | 1,167     |
| PHARMANET LAMPUNG     | 2                             | 3                                      | 641       |
| PHARMANET PEKANBARU   | 2                             | 3                                      | 945       |
| PHARMANET SAMARINDA   | 2                             | 3                                      | 544       |
| PHARMANET TANGERANG   | 2                             | 7                                      | 1,233     |

**Rekomendasi Utama:**

1.  **Fokus pada Tahap "Logbook hingga Diterima"**: Mengingat bahwa tahapan ini menjadi kontributor utama terhadap total durasi pemenuhan, investigasi mendalam diperlukan untuk memahami penyebab keterlambatan pada fase serah terima dan pengiriman. Ini bisa melibatkan proses di gudang sebelum kurir menjemput, waktu respons kurir, atau efisiensi rute pengiriman.
2.  **Evaluasi Kinerja Mitra Ekspedisi**:
    *   Lakukan tinjauan kinerja terhadap mitra ekspedisi yang secara konsisten memiliki median waktu pengiriman 1 hari (misalnya, LION PARCEL, INDAH LOGISTIK, PCP EXPRESS). Pahami apakah ini disebabkan oleh jarak pengiriman yang lebih jauh, jenis layanan yang berbeda, atau masalah operasional.
    *   Selidiki ekspedisi dengan nilai `nan` untuk memastikan tidak ada data yang hilang atau pesanan yang tidak tercatat, serta memastikan bahwa mereka masih menjadi mitra aktif.
3.  **Optimasi Kinerja Gudang**:
    *   Prioritaskan penyelidikan terhadap gudang-gudang dengan waktu pemenuhan total median 2 hari, terutama PHARMANET TANGERANG yang menunjukkan persentil ke-75 hingga 7 hari. Identifikasi akar masalah seperti kendala staf, masalah tata letak gudang, isu geografis, atau tantangan logistik lokal.
    *   Implementasikan praktik terbaik dari gudang berkinerja tinggi seperti PHARMANET JAKSEL dan JAKBAR ke gudang yang kurang efisien untuk mengurangi waktu pemenuhan.

## 2. Kualitas Data & Pra-pemrosesan

Dalam bab ini, kami akan menguraikan serangkaian langkah pra-pemrosesan data yang dilakukan untuk memastikan kualitas dan keandalan dataset `omg_10003_b1_sheet1`. Kualitas data merupakan fondasi krusial bagi setiap analisis yang akurat dan pengambilan keputusan yang tepat, terutama dalam konteks pemantauan efisiensi operasional dan kinerja penjualan. Dataset mentah seringkali mengandung inkonsistensi, nilai hilang, atau format yang tidak standar yang dapat menyesatkan hasil analisis jika tidak ditangani dengan benar.

**Identifikasi dan Penanganan Isu Kualitas Data**

Langkah-langkah pra-pemrosesan data difokuskan pada beberapa area utama:

1.  **Penghapusan Data Duplikat**:
    Data awal diperiksa untuk keberadaan baris duplikat yang identik. Duplikasi dapat mengakibatkan perhitungan metrik yang tidak akurat (misalnya, total pesanan atau nilai penjualan yang berlebihan). Seluruh baris yang merupakan duplikat persis telah diidentifikasi dan dihapus untuk memastikan setiap entri data merepresentasikan kejadian yang unik.

2.  **Standardisasi Tipe Data dan Penanganan Kesalahan Parsing**:
    Beberapa kolom penting awalnya tidak memiliki tipe data yang sesuai atau mengandung nilai yang tidak dapat diinterpretasikan dengan benar:
    *   **Kolom Tanggal (`Tgl. Order`, `Tgl. SP`, `Tgl DO`, `Tgl. PL`, `Tgl Logbook`, `Tgl Ekspedisi`, `Tgl Diterima`, `Lastupdate`)**: Kolom-kolom ini sangat krusial untuk menganalisis durasi setiap tahapan pemenuhan pesanan. Data mentah mungkin menyimpannya sebagai string, yang memerlukan konversi ke format datetime. Selama proses konversi, nilai-nilai yang tidak dapat di-parse dengan benar (misalnya, format tanggal yang salah) secara otomatis diubah menjadi `NaT` (Not a Time).
    *   **Kolom Numerik (`Procod`, `Qty RO`, `Qty SP`, `Qty DO`, `Value PL`, `Value RO`)**: Kolom-kolom ini merepresentasikan kuantitas dan nilai moneter. Mereka dikonversi ke tipe data numerik (misalnya, integer atau float). Setiap nilai yang tidak dapat dikonversi menjadi numerik (misalnya, string non-angka) secara otomatis diubah menjadi `NaN` (Not a Number).

3.  **Penanganan Nilai Hilang (Missing Values)**:
    Setelah standardisasi tipe data, nilai-nilai `NaN` atau `NaT` yang muncul (baik dari data asli maupun akibat kesalahan parsing) ditangani sebagai berikut:
    *   **Kolom Numerik**: Nilai `NaN` diisi menggunakan **median** dari kolom tersebut. Penggunaan median dipilih karena lebih robust terhadap nilai outlier dibandingkan dengan mean, sehingga mempertahankan distribusi data yang lebih representatif. Jika median tidak dapat dihitung (misalnya, seluruh kolom berisi `NaN`), nilai `0` digunakan sebagai nilai imputasi default untuk mencegah kehilangan data.
    *   **Kolom Tanggal**: Nilai `NaT` diisi menggunakan **modus** (nilai yang paling sering muncul) dari kolom tanggal yang bersangkutan. Ini membantu mengisi kekosongan dengan tanggal yang paling umum terjadi dalam dataset. Jika modus tidak dapat ditentukan (misalnya, tidak ada tanggal yang dominan atau semua nilai adalah `NaT`), tanggal default `'1900-01-01'` digunakan sebagai pengganti.
    *   **Kolom Kategorikal/Objek**: Pertama, string 'nan' (yang seringkali merupakan representasi teks dari nilai hilang) diidentifikasi dan dikonversi menjadi nilai `NaN` yang sebenarnya. Setelah itu, semua nilai `NaN` di kolom objek diisi dengan string `'Unknown'`. Pendekatan ini memastikan bahwa kategori yang hilang masih dapat dilacak dan dianalisis, tanpa menghapus baris data atau memperkenalkan bias.

Langkah-langkah pra-pemrosesan ini sangat penting untuk mendukung analisis mendalam yang akan disajikan dalam bab-bab berikutnya. Dengan data yang bersih dan terstruktur, kami dapat menghitung durasi antar tahapan proses pemenuhan pesanan secara akurat, menganalisis nilai transaksi, serta mengidentifikasi pola dan anomali dengan keyakinan yang lebih tinggi. Keandalan data yang telah diproses ini menjadi dasar bagi semua temuan dan rekomendasi yang dihasilkan.

## 3. Tinjauan Umum Data

Dataset pemenuhan pesanan ini merepresentasikan sebuah catatan rinci mengenai perjalanan setiap pesanan pelanggan mulai dari inisiasi hingga pengiriman, dengan fokus pada upaya untuk memahami dan mengoptimalkan kinerja operasional serta penjualan. Data ini tidak hanya mencakup informasi produk dan pelanggan, tetapi juga melacak berbagai tahapan dalam rantai pasok, memberikan gambaran komprehensif tentang efisiensi proses logistik.

### Entitas dan Alur Data Utama

Data ini berpusat pada proses `Repeat Order (RO)` pelanggan, yang merupakan pesanan unik dari sebuah outlet. Setiap baris dalam dataset mencerminkan sebuah item baris (line item) dari suatu pesanan, sehingga memungkinkan analisis granular hingga level produk. Alur pemenuhan pesanan dapat dipahami melalui rangkaian dokumen dan tanggal yang tercatat:

1.  **Repeat Order (RO)**: Dimulai dengan `Tgl. Order` dan diidentifikasi oleh `No. RO`. Kuantitas (`Qty RO`) dan nilai (`Value RO`) pesanan dicatat pada tahap ini. Status akhir RO (`Status RO`) mengindikasikan apakah pesanan `Terlayani penuh`, `Sebagian terlayani`, atau `Batal`.
2.  **Surat Pesanan (SP)**: Satu `RO` dapat memicu beberapa `SP` (`No. SP`) sesuai dengan kebutuhan logistik dan ketersediaan barang di gudang. `Tgl. SP` menandai kapan surat pesanan diterbitkan. Status `SP` dicatat pada level header (`Sts SP Header`) dan detail (`Sts SP Detail`), dengan kode `P` untuk dilayani, `N` untuk dalam proses, dan `C` untuk dibatalkan.
3.  **Delivery Order (DO)**: Setiap `SP` yang berhasil dilayani akan menerbitkan satu `DO` (`No. DO`). `Tgl DO` menunjukkan waktu konfirmasi pengiriman oleh gudang. `Status DO` juga menggunakan kode `P`, `N`, `C`.
4.  **Packing List (PL)**: `PL` (`No. PL`) adalah dokumen administratif yang melengkapi `DO`, dengan `Tgl. PL` dan `Value PL` sebagai informasi pendukung.
5.  **Logistik dan Pengiriman**: Setelah `DO` terbit, barang masuk ke area *staging* gudang (`Tgl Logbook`) untuk menunggu penjemputan oleh kurir (`Tgl Ekspedisi`). Informasi `Asal Gudang` dan `Nama Ekspedisi` sangat penting untuk menganalisis kinerja logistik. Proses berakhir saat barang `Diterima` pelanggan (`Tgl Diterima`), dengan `Nomor Resi` sebagai pelacak.

### Identifikasi Pelanggan dan Produk

Dataset ini menggunakan beberapa atribut unik untuk mengidentifikasi pelanggan dan produk:

*   **Identifikasi Outlet**: Setiap outlet pelanggan dapat diidentifikasi melalui tiga kode yang berbeda: `KodePI`, `OutCode`, dan `Cmc`. Ketiga kode ini unik untuk setiap outlet dan muncul karena perbedaan sistem yang digunakan. `Nama Outlet` memberikan representasi yang lebih mudah dibaca.
*   **Identifikasi Produk**: Produk diidentifikasi dengan `Procod` (kode produk) dan `Prodes` (deskripsi produk). Kolom `Divisi` dapat memberikan wawasan tentang kategori produk yang terkait.

### Atribut Penting untuk Analisis Bisnis

Beberapa kolom berfungsi sebagai *flag* atau indikator penting yang memberikan konteks tambahan untuk analisis:

*   **Pharos YN**: Indikator biner (`Y` atau `N`) yang menandakan apakah suatu produk diproduksi oleh Pharos Grup. Informasi ini krusial untuk menganalisis kinerja dan preferensi produk internal versus produk non-Pharos.
*   **AO YN**: Indikator biner (`Y` atau `N`) yang menunjukkan apakah suatu outlet berpartisipasi dalam program Apotek Online perusahaan. Ini dapat digunakan untuk memahami dinamika pesanan dari outlet yang terlibat dalam inisiatif e-commerce.
*   **Payment**: Metode pembayaran yang digunakan oleh pelanggan, memberikan gambaran tentang preferensi transaksi.

### Cakupan Data

Data ini menangkap catatan transaksi yang detail, memungkinkan pelacakan kuantitas (`Qty RO`, `Qty SP`, `Qty DO`) dan nilai transaksi (`Value PL`, `Value RO`) pada berbagai tahapan. Kolom `Lastupdate` memberikan informasi kapan catatan transaksi terakhir diperbarui dalam sistem.

Secara keseluruhan, dataset ini menyediakan landasan yang kaya untuk analisis mendalam mengenai efisiensi operasional, kinerja penjualan, preferensi produk, dan identifikasi potensi area perbaikan dalam rantai pasok.

## 4. Analisis Efisiensi Pemenuhan Pesanan

Efisiensi dalam pemenuhan pesanan adalah tulang punggung operasional yang kuat, secara langsung memengaruhi kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan. Bab ini akan menganalisis secara mendalam durasi setiap tahapan dalam proses pemenuhan pesanan, mengidentifikasi potensi hambatan, serta membandingkan kinerja antara berbagai layanan ekspedisi dan gudang asal. Tujuan utama adalah mengungkap wawasan tersembunyi yang dapat menjadi dasar strategi peningkatan operasional yang lebih cepat dan efisien.

### Analisis Durasi Tahapan Pemenuhan Keseluruhan

Proses pemenuhan pesanan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan kunci, mulai dari saat pesanan diterima hingga barang berhasil diterima oleh pelanggan. Mengukur durasi setiap tahapan ini memberikan gambaran yang jelas mengenai di mana waktu paling banyak dihabiskan dan di mana efisiensi dapat ditingkatkan.

**Durasi Tahapan Pemenuhan Keseluruhan (Hari)**

| Tahapan Pemenuhan                | Median (Hari) | Persentil ke-75 (Hari) |
|----------------------------------|---------------|------------------------|
| Durasi Order Ke SP               | 0             | 0                      |
| Durasi SP Ke DO                  | 0             | 0                      |
| Durasi DO Ke Logbook             | 0             | 0                      |
| Durasi Logbook Ke Diterima       | 0             | 1                      |
| Durasi Pemenuhan Total Per DO    | 1             | 2                      |

Data menunjukkan bahwa tahapan internal dari **Order ke SP**, **SP ke DO**, dan **DO ke Logbook** berjalan dengan sangat efisien, masing-masing memiliki durasi median 0 hari. Ini mengindikasikan bahwa proses administrasi dan persiapan barang di dalam gudang (sebelum diserahkan ke kurir) umumnya dapat diselesaikan dalam hari yang sama. Namun, hambatan mulai terlihat pada tahapan **Logbook ke Diterima**, di mana meskipun mediannya 0 hari, persentil ke-75 menunjukkan 1 hari. Ini berarti 25% pesanan membutuhkan waktu setidaknya 1 hari atau lebih dari saat barang tercatat di logbook hingga diterima pelanggan. Akumulasi dari tahapan ini mengakibatkan **Durasi Pemenuhan Total Per DO** memiliki median 1 hari dan persentil ke-75 sebesar 2 hari. Angka ini menandakan bahwa meskipun sebagian besar pesanan berhasil dipenuhi dalam 1 hari, seperempat dari total pesanan memerlukan 2 hari atau lebih untuk mencapai tujuan akhir, menunjukkan potensi area untuk percepatan.

### Kinerja Pengiriman Berdasarkan Layanan Ekspedisi

Performa pengiriman dari Logbook hingga barang diterima pelanggan sangat bergantung pada mitra ekspedisi. Variasi kinerja antar ekspedisi dapat menjadi faktor krusial dalam menentukan kepuasan pelanggan dan biaya logistik.

**Waktu Pengiriman Berdasarkan Layanan Ekspedisi (Logbook ke Diterima)**

| Nama Ekspedisi                    | Median Pengiriman (Hari) | Persentil ke-75 Pengiriman (Hari) | Jumlah DO  |
|-----------------------------------|--------------------------|-----------------------------------|------------|
| ANDALAN 21 EXPRESS                | 0                        | 1                                 | 1,506      |
| EXPD SURABAYA 1                   | 0                        | 0                                 | 140        |
| EXPD JAKTIM                       | 0                        | 0                                 | 513        |
| PT CENTURY                        | 0                        | 0                                 | 3,548      |
| EXPD JAKBAR                       | 0                        | 0                                 | 483        |
| EXPD INTERNAL SEMARANG            | 0                        | 0                                 | 13         |
| EXPD INTERNAL JAKSEL              | 0                        | 0                                 | 94         |
| EXPD JAKSEL                       | 0                        | 0                                 | 304        |
| EXPD Bogor (Sierra)               | 0                        | 0                                 | 30         |
| EXPD BEKASI                       | 0                        | 0                                 | 941        |
| EXPD BANJARMASIN                  | 0                        | 0                                 | 112        |
| Anteraja                          | 0                        | 0                                 | 4,760      |
| Antaraja Same Day                 | 0                        | 0                                 | 47         |
| EXPD INTERNAL BOGOR               | 0                        | 0                                 | 21         |
| EXPD MEDAN                        | 0                        | 1                                 | 20         |
| GLOBALINDO 21 EXPRESS             | 1                        | 2                                 | 832        |
| INDAH LOGISTIK                    | 1                        | 2                                 | 1,323      |
| LION PARCEL                       | 1                        | 2                                 | 3,197      |
| Media Transportasi Logistic       | 1                        | 2                                 | 65         |
| PCP EXPRESS                       | 1                        | 2                                 | 2,397      |
| PT. TUNAS ANTARNUSA MUDA KARGO    | 1                        | 2                                 | 1,029      |
| EXPD Bandung (Sierra)             | nan                      | nan                               | 0          |
| FARDHA MANDIRI                    | nan                      | nan                               | 0          |
| KJN EXPRESS                       | nan                      | nan                               | 0          |
| PT. LESTARI JAYA RAYA             | nan                      | nan                               | 0          |

Terdapat perbedaan kinerja yang signifikan di antara berbagai layanan ekspedisi. Beberapa ekspedisi, seperti **PT CENTURY** (3,548 DOs) dan **Anteraja** (4,760 DOs), menunjukkan efisiensi luar biasa dengan median waktu pengiriman 0 hari dan persentil ke-75 juga 0 hari. Ini berarti sebagian besar pengiriman melalui kedua ekspedisi ini tiba pada hari yang sama atau hari berikutnya setelah masuk logbook. Ekspektasi pelanggan terhadap kecepatan pengiriman saat ini sangat tinggi, sehingga kinerja seperti ini sangat berharga.

Di sisi lain, ekspedisi seperti **GLOBALINDO 21 EXPRESS** (832 DOs), **INDAH LOGISTIK** (1,323 DOs), **LION PARCEL** (3,197 DOs), **PCP EXPRESS** (2,397 DOs), dan **PT. TUNAS ANTARNUSA MUDA KARGO** (1,029 DOs) menunjukkan median waktu pengiriman 1 hari dengan persentil ke-75 sebanyak 2 hari. Meskipun ini masih tergolong baik, ada peluang untuk menyelidiki mengapa mereka secara konsisten lebih lambat dibandingkan dengan para pemimpin pasar. Faktor-faktor seperti rute, volume, atau SLA (Service Level Agreement) mungkin berperan.

Empat ekspedisi (**EXPD Bandung (Sierra)**, **FARDHA MANDIRI**, **KJN EXPRESS**, dan **PT. LESTARI JAYA RAYA**) tercatat memiliki jumlah DO 0 dan durasi pengiriman `nan`. Ini mengindikasikan bahwa ekspedisi ini mungkin tidak lagi digunakan, memiliki volume transaksi yang sangat rendah, atau ada masalah dalam pencatatan data pengiriman untuk mereka. Hal ini memerlukan validasi lebih lanjut.

### Kinerja Pemenuhan Total Berdasarkan Gudang Asal

Kinerja gudang asal (Asal Gudang) juga memiliki dampak besar terhadap total durasi pemenuhan pesanan. Analisis ini menggabungkan semua tahapan dari Order hingga barang diterima, memberikan gambaran holistik tentang efisiensi operasional setiap gudang.

**Waktu Pemenuhan Total Berdasarkan Gudang (Order ke Diterima)**

| Asal Gudang           | Median Pemenuhan Total (Hari) | Persentil ke-75 Pemenuhan Total (Hari) | Jumlah DO  |
|-----------------------|-------------------------------|----------------------------------------|------------|
| PHARMANET BANJARMASIN | 0                             | 1                                      | 114        |
| PHARMANET JAKBAR      | 0                             | 1                                      | 904        |
| PHARMANET JAKSEL      | 0                             | 0                                      | 524        |
| PHARMANET JAKTIM      | 0                             | 0                                      | 865        |
| PHARMANET PALEMBANG   | 0                             | 1                                      | 1,319      |
| PHARMANET MALANG      | 0                             | 2                                      | 501        |
| PHARMANET BANDUNG     | 1                             | 2                                      | 1,668      |
| PHARMANET SOLO        | 1                             | 2                                      | 1,440      |
| PHARMANET SEMARANG    | 1                             | 2                                      | 1,657      |
| PHARMANET PONTIANAK   | 1                             | 3                                      | 556        |
| PHARMANET MAKASSAR    | 1                             | 2                                      | 737        |
| PHARMANET JAMBI       | 1                             | 2                                      | 573        |
| PHARMANET BOGOR       | 1                             | 1                                      | 1,401      |
| PHARMANET BEKASI      | 1                             | 1                                      | 2,215      |
| PHARMANET SURABAYA    | 1                             | 2                                      | 2,422      |
| PHARMANET MEDAN       | 2                             | 3                                      | 1,167      |
| PHARMANET LAMPUNG     | 2                             | 3                                      | 641        |
| PHARMANET PEKANBARU   | 2                             | 3                                      | 945        |
| PHARMANET SAMARINDA   | 2                             | 3                                      | 544        |
| PHARMANET TANGERANG   | 2                             | 7                                      | 1,233      |

Kinerja gudang menunjukkan variasi yang signifikan. Gudang-gudang seperti **PHARMANET JAKSEL** (524 DOs) dan **PHARMANET JAKTIM** (865 DOs) adalah yang paling efisien, berhasil menjaga durasi pemenuhan total median 0 hari dan persentil ke-75 juga 0 hari. Ini adalah tolok ukur yang sangat baik dan menunjukkan kemampuan mereka untuk memproses dan mengirim pesanan dengan sangat cepat. Gudang lain seperti **PHARMANET BANJARMASIN** (114 DOs), **PHARMANET JAKBAR** (904 DOs), dan **PHARMANET PALEMBANG** (1,319 DOs) juga sangat baik dengan median 0 hari, meskipun 25% pesanan mereka membutuhkan 1 hari untuk sampai.

Di sisi lain, terdapat beberapa gudang dengan durasi pemenuhan yang lebih panjang. **PHARMANET MEDAN** (1,167 DOs), **PHARMANET LAMPUNG** (641 DOs), **PHARMANET PEKANBARU** (945 DOs), dan **PHARMANET SAMARINDA** (544 DOs) memiliki median 2 hari dan persentil ke-75 sebanyak 3 hari. Ini menunjukkan adanya keterlambatan yang konsisten pada gudang-gudang ini.

Anomali paling kritis terlihat pada **PHARMANET TANGERANG**. Meskipun memiliki median pemenuhan total 2 hari (mirip dengan gudang di atas), persentil ke-75-nya melonjak drastis menjadi 7 hari untuk 1,233 DOs. Ini berarti seperempat dari pesanan yang berasal dari PHARMANET TANGERANG membutuhkan waktu 7 hari atau lebih untuk diterima pelanggan. Penundaan yang signifikan ini sangat mungkin berdampak negatif pada kepuasan pelanggan dan memerlukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi akar penyebabnya, seperti masalah operasional, kurangnya staf, tantangan geografis, atau kendala logistik lokal.

### Rekomendasi Aksi

Berdasarkan analisis efisiensi pemenuhan pesanan ini, beberapa rekomendasi strategis dapat diajukan untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan:

1.  **Fokus pada Optimalisasi Tahap "Logbook ke Diterima"**: Mengingat bahwa ini adalah tahapan pertama di mana keterlambatan yang signifikan mulai muncul, perusahaan harus melakukan audit terperinci terhadap proses serah terima barang ke kurir dan proses pengiriman oleh ekspedisi. Ini mungkin melibatkan negosiasi ulang SLA dengan mitra ekspedisi, peningkatan sistem pelacakan, atau mengidentifikasi praktik terbaik dari ekspedisi berkinerja tinggi untuk diterapkan.
2.  **Manajemen Kinerja Mitra Ekspedisi yang Proaktif**:
    *   **Identifikasi dan Analisis Penyebab Keterlambatan**: Selidiki mengapa ekspedisi seperti GLOBALINDO 21 EXPRESS, INDAH LOGISTIK, LION PARCEL, PCP EXPRESS, dan PT. TUNAS ANTARNUSA MUDA KARGO secara konsisten membutuhkan waktu lebih lama. Pahami apakah ini terkait dengan kapasitas, cakupan area, atau efisiensi operasional mereka.
    *   **Pemanfaatan Ekspedisi Berkinerja Tinggi**: Prioritaskan penggunaan ekspedisi seperti PT CENTURY dan Anteraja, terutama untuk rute-rute di mana mereka menunjukkan kinerja terbaik, untuk memaksimalkan kecepatan pengiriman.
    *   **Validasi Data Ekspedisi `nan`**: Pastikan empat ekspedisi dengan `nan` durasi pengiriman dan 0 DO tidak lagi aktif atau apakah ada masalah pencatatan data yang perlu diperbaiki.
3.  **Audit dan Peningkatan Kinerja Gudang yang Mendesak**:
    *   **Investigasi Mendalam PHARMANET TANGERANG**: Prioritaskan penyelidikan terhadap PHARMANET TANGERANG. Durasi persentil ke-75 selama 7 hari adalah anomali serius yang memerlukan analisis akar masalah segera. Ini bisa meliputi ketersediaan inventaris, proses *picking/packing*, staf, atau koordinasi dengan ekspedisi.
    *   **Penerapan Praktik Terbaik**: Lakukan analisis komparatif antara gudang-gudang berkinerja tinggi (misalnya PHARMANET JAKSEL, JAKTIM) dengan gudang yang kurang efisien. Identifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi untuk meningkatkan efisiensi di gudang lain, terutama PHARMANET MEDAN, LAMPUNG, PEKANBARU, dan SAMARINDA.
    *   **Optimalisasi Alokasi Sumber Daya**: Evaluasi alokasi staf, peralatan, dan tata letak gudang di fasilitas yang tertinggal untuk memastikan mereka memiliki sumber daya yang memadai untuk menangani volume pesanan mereka.

## 5. Rekomendasi

Analisis mendalam yang telah dilakukan telah menyingkap berbagai area kunci di mana efisiensi operasional dapat ditingkatkan secara signifikan, terutama dalam proses pemenuhan pesanan pelanggan. Rekomendasi ini dirancang untuk mengatasi hambatan yang teridentifikasi, mengoptimalkan kinerja mitra logistik dan gudang, serta pada akhirnya meningkatkan kepuasan pelanggan dan mendukung pertumbuhan bisnis.

### 1. Optimalisasi Tahap Kritis "Logbook hingga Barang Diterima"

Tahap transisi dari pencatatan barang di logbook gudang hingga penerimaan oleh pelanggan teridentifikasi sebagai titik krusial di mana keterlambatan mulai terjadi. Meskipun proses internal Order hingga DO ke Logbook sangat efisien (median 0 hari), durasi median Logbook hingga Diterima adalah 0 hari dengan persentil ke-75 sebesar 1 hari, berkontribusi signifikan pada durasi pemenuhan total.

**Aksi yang Direkomendasikan:**

*   **Audit Proses Serah Terima**: Lakukan tinjauan menyeluruh terhadap prosedur serah terima barang dari gudang kepada kurir ekspedisi. Identifikasi penyebab potensial keterlambatan dalam respons penjemputan oleh kurir atau bottleneck dalam proses staging.
*   **Peningkatan Visibilitas dan Pelacakan**: Implementasikan sistem pelacakan yang lebih canggih untuk memantau status pengiriman secara real-time dari saat barang meninggalkan logbook hingga diterima pelanggan. Ini akan memungkinkan identifikasi dini terhadap penundaan dan komunikasi proaktif kepada pelanggan.
*   **Tinjauan dan Negosiasi Ulang SLA**: Evaluasi kembali Perjanjian Tingkat Layanan (SLA) dengan semua mitra ekspedisi, khususnya mengenai waktu penjemputan dan komitmen waktu pengiriman setelah barang diserahkan kepada mereka. Dorong target pengiriman "same-day" atau "next-day" yang lebih ambisius.

### 2. Strategi Komprehensif Manajemen Mitra Ekspedisi

Perbedaan kinerja antar mitra ekspedisi sangat mencolok, menawarkan peluang besar untuk optimasi.

**Aksi yang Direkomendasikan:**

*   **Pemanfaatan Strategis Mitra Unggulan**:
    Prioritaskan penggunaan mitra ekspedisi yang menunjukkan kinerja superior dengan median waktu pengiriman 0 hari dan persentil ke-75 juga 0 hari, seperti **PT CENTURY** (3,548 DOs) dan **Anteraja** (4,760 DOs). Alokasikan volume pesanan yang lebih tinggi atau rute-rute penting kepada mereka jika kapasitas memungkinkan.
*   **Peningkatan Kinerja Mitra dengan Durasi Menengah**:
    Lakukan tinjauan kinerja mendalam terhadap mitra seperti **GLOBALINDO 21 EXPRESS** (832 DOs), **INDAH LOGISTIK** (1,323 DOs), **LION PARCEL** (3,197 DOs), **PCP EXPRESS** (2,397 DOs), dan **PT. TUNAS ANTARNUSA MUDA KARGO** (1,029 DOs) yang memiliki median waktu pengiriman 1 hari dan persentil ke-75 sebesar 2 hari.
    *   Identifikasi akar masalah keterlambatan (misalnya, masalah rute, kapasitas armada, prosedur operasional, atau jarak pengiriman).
    *   Selenggarakan workshop atau program pelatihan bersama untuk menyelaraskan proses dan berbagi praktik terbaik.
    *   Pertimbangkan insentif berbasis kinerja untuk mendorong peningkatan kecepatan pengiriman.
*   **Klarifikasi Status Mitra dengan Data 'nan'**:
    Segera investigasi empat ekspedisi (**EXPD Bandung (Sierra)**, **FARDHA MANDIRI**, **KJN EXPRESS**, dan **PT. LESTARI JAYA RAYA**) yang tercatat dengan 0 DO dan durasi pengiriman 'nan'. Konfirmasi apakah mereka masih mitra aktif, atau apakah ada anomali dalam pencatatan data yang perlu dikoreksi untuk memastikan integritas data pemantauan kinerja.

### 3. Peningkatan Efisiensi Operasional Gudang

Kinerja total pemenuhan pesanan (Order ke Diterima) antar gudang menunjukkan disparitas yang memerlukan tindakan terarah.

**Aksi yang Direkomendasikan:**

*   **Intervensi Darurat untuk PHARMANET TANGERANG**:
    Gudang **PHARMANET TANGERANG** adalah anomali kritis dengan median total pemenuhan 2 hari dan persentil ke-75 mencapai 7 hari untuk 1,233 DOs. Ini mengindikasikan keterlambatan yang parah dan konsisten pada 25% pesanan.
    *   Bentuk tim investigasi lintas fungsi untuk mengidentifikasi akar masalah segera, termasuk namun tidak terbatas pada: ketersediaan inventaris, efisiensi proses *picking* dan *packing*, masalah staf (jumlah atau pelatihan), kendala infrastruktur gudang, atau tantangan logistik lokal/geografis yang memengaruhi pengiriman.
    *   Terapkan tindakan korektif dan pantau ketat metrik kinerja setelah intervensi.
*   **Program Peningkatan Kinerja Gudang Lainnya**:
    Untuk gudang-gudang dengan median total pemenuhan 2 hari (seperti **PHARMANET MEDAN**, **LAMPUNG**, **PEKANBARU**, dan **SAMARINDA**), inisiasi program peningkatan kinerja.
    *   Lakukan *benchmarking* proses operasional terhadap gudang berkinerja tinggi (misalnya, **PHARMANET JAKSEL** dan **JAKTIM** yang memiliki median dan persentil ke-75 durasi pemenuhan total 0 hari).
    *   Identifikasi praktik terbaik dalam pengelolaan inventaris, alur kerja gudang, dan koordinasi dengan ekspedisi yang dapat direplikasi.
    *   Pertimbangkan investasi dalam teknologi otomatisasi atau peningkatan infrastruktur jika sesuai.
*   **Dokumentasi dan Diseminasi Praktik Terbaik**:
    Dokumentasikan secara formal praktik operasional yang membuat gudang seperti **PHARMANET JAKSEL** dan **JAKTIM** sangat efisien. Sebarkan praktik terbaik ini ke seluruh jaringan gudang untuk menciptakan standar operasional yang seragam dan mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh fasilitas.

### 4. Peningkatan Kualitas dan Integritas Data

Adanya nilai `nan` pada beberapa mitra ekspedisi mengindikasikan potensi masalah dalam pencatatan data.

**Aksi yang Direkomendasikan:**

*   **Tinjauan Proses Pencatatan Data**: Lakukan tinjauan terhadap prosedur pencatatan data, khususnya untuk kolom-kolom terkait logistik dan pengiriman, untuk memastikan semua transaksi terekam secara akurat dan lengkap.
*   **Validasi Data Rutin**: Terapkan proses validasi data rutin untuk mengidentifikasi dan mengoreksi ketidaklengkapan atau ketidakakuratan data sesegera mungkin.

Dengan mengimplementasikan rekomendasi-rekomendasi ini secara strategis, perusahaan dapat mencapai peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional pemenuhan pesanan, mempercepat waktu pengiriman, mengurangi biaya, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan pelanggan serta loyalitas.

## 6. Kesimpulan

Secara keseluruhan, analisis mendalam terhadap data pemenuhan pesanan telah mengungkap gambaran operasional yang sebagian besar efisien di tahapan internal, namun menunjukkan adanya hambatan signifikan di bagian akhir rantai pasok. Proses dari penerimaan pesanan (Order) hingga barang tercatat di logbook gudang (Logbook) dapat diselesaikan dengan sangat cepat, terbukti dari durasi median 0 hari untuk setiap tahapan (Order ke SP, SP ke DO, dan DO ke Logbook). Ini mengindikasikan bahwa prosedur internal dan persiapan pesanan di gudang berjalan dengan optimal.

Namun, titik kritis muncul pada tahapan "Logbook ke Diterima", yaitu saat barang diserahkan kepada kurir hingga diterima oleh pelanggan. Meskipun durasi median tahap ini adalah 0 hari, persentil ke-75 menunjukkan 1 hari. Artinya, sekitar 25% dari pesanan membutuhkan waktu setidaknya 1 hari tambahan setelah meninggalkan gudang untuk mencapai pelanggan. Akibatnya, Durasi Pemenuhan Total per DO (dari Order hingga Diterima) memiliki median 1 hari dan persentil ke-75 sebesar 2 hari, menunjukkan bahwa sebagian besar pesanan berhasil dipenuhi dalam 1 hari, tetapi seperempat pesanan membutuhkan 2 hari atau lebih. Ini adalah area utama yang memerlukan perhatian untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan mempercepat pengiriman.

Variasi kinerja sangat terlihat pada mitra ekspedisi dan asal gudang. Beberapa penyedia ekspedisi, seperti PT CENTURY (melayani 3,548 DO) dan Anteraja (melayani 4,760 DO), menunjukkan kinerja luar biasa dengan median dan persentil ke-75 waktu pengiriman 0 hari dari Logbook hingga Diterima. Hal ini menetapkan standar kinerja yang tinggi. Di sisi lain, ekspedisi seperti GLOBALINDO 21 EXPRESS (832 DO), INDAH LOGISTIK (1,323 DO), LION PARCEL (3,197 DO), PCP EXPRESS (2,397 DO), dan PT. TUNAS ANTARNUSA MUDA KARGO (1,029 DO) secara konsisten menunjukkan median pengiriman 1 hari dan persentil ke-75 sebanyak 2 hari. Ada pula empat ekspedisi yang tercatat dengan 0 DO dan durasi pengiriman 'nan', yang memerlukan validasi lebih lanjut mengenai status operasional mereka.

Kinerja gudang asal juga bervariasi. Gudang seperti PHARMANET JAKSEL (524 DO) dan PHARMANET JAKTIM (865 DO) menjadi teladan dengan median dan persentil ke-75 total pemenuhan 0 hari. Namun, terdapat gudang yang menunjukkan penundaan signifikan, dengan PHARMANET MEDAN (1,167 DO), PHARMANET LAMPUNG (641 DO), PHARMANET PEKANBARU (945 DO), dan PHARMANET SAMARINDA (544 DO) memiliki median total pemenuhan 2 hari dan persentil ke-75 sebesar 3 hari. Anomali paling kritis adalah PHARMANET TANGERANG, yang meskipun memiliki median 2 hari untuk total pemenuhan (melayani 1,233 DO), persentil ke-75-nya mencapai 7 hari. Ini berarti 25% dari pesanan yang berasal dari gudang ini mengalami penundaan yang sangat lama, mengindikasikan masalah operasional yang serius.

Berdasarkan temuan ini, rekomendasi utama mencakup:
*   **Fokus pada Optimalisasi Tahap Pengiriman Akhir**: Memprioritaskan peningkatan efisiensi tahapan "Logbook hingga Diterima" melalui audit proses serah terima, peningkatan sistem pelacakan, dan negosiasi ulang SLA dengan mitra ekspedisi.
*   **Manajemen Mitra Ekspedisi Strategis**: Memaksimalkan penggunaan mitra berkinerja unggul, menyelidiki penyebab keterlambatan pada mitra dengan durasi menengah, serta mengklarifikasi status mitra dengan data yang tidak lengkap.
*   **Peningkatan Kinerja Gudang yang Bertarget**: Melakukan intervensi darurat untuk PHARMANET TANGERANG guna mengidentifikasi dan mengatasi akar masalah penundaan parah. Selain itu, menerapkan program peningkatan kinerja dan praktik terbaik dari gudang berkinerja tinggi ke gudang-gudang lain yang kurang efisien.
*   **Peningkatan Kualitas dan Integritas Data Berkelanjutan**: Memastikan semua data dicatat secara akurat dan lengkap untuk mendukung analisis yang lebih valid di masa depan.

Dengan implementasi rekomendasi ini secara strategis, perusahaan dapat mencapai peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional, mempercepat waktu pengiriman, serta meningkatkan kepuasan pelanggan dan pertumbuhan penjualan.